TEKNOLOGI

Upaya Dapatkan Kualitas Baik, Dislitbangad Verifikasi Data Spektek Perpanjangan Sertifikat

Upaya Dapatkan Kualitas Baik, Dislitbangad Verifikasi Data Spektek Perpanjangan Sertifikat
(Dok Dispenad)

Jakarta, IDM - Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Dislitbangad) melaksanakan verifikasi data spektek dalam rangka perpanjangan sertifikat uji coba produk Thermal Weapon Stand Alone TWS-3050, Thermal Weapon Sight Clip On CTS-230, Night Vision Monocular PBS-14 dan Advance Night Vision Monocular PVS-14C bekerja sama dengan PT. Jala Berikat Nusantara Perkasa di Jakarta, Senin (14/2).

Kadislitbangad Brigjen TNI Terry Tresna Purnama selaku Kepala Kegiatan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk mendapatkan materiel dengan kualitas bagus sehingga tetap sesuai dengan hasil uji coba pada tahun 2016 lalu. Di mana perpanjangan sertifikat tersebut sasarannya yaitu untuk mendapatkan hasil data dari aspek konstruksi dan perlengkapan, aspek kemampuan, aspek kelancaran kerja dan aspek insani dari alat optik itu sendiri.

Termasuk, tambahnya dari metode yang digunakan melalui pengamatan dan pemaparan untuk setiap mata uji dari aspek konstruksi dan perlengkapan, aspek kemampuan, aspek kelancaran kerja dan aspek insani dan menggunakan teknik uji tipe dengan tolok ukur pada Naskah Syarat-Syarat Tipe (SST) yang telah ditetapkan.

(Dok Dispenad)

Thermal Weapon ini merupakan alat bidik teropong yang dapat digunakan pada senjata sniper AX 13 kaliber 7,62 mm dan senapan serbu SS2 V1 (5,56 mm) sedangkan Advance Night Vision Monocular PVS 14 C digunakan di NVG Helmet yang dipasang di NVG helmet.

“Ini merupakan bentuk komitmen saya selaku Kadislitbangad dalam menilai dan memberikan sertifikat maupun memperpanjang sertifikat tersebut agar materiel yang dimiliki TNI AD, memiliki kualitas yang bagus sepanjang masa bukan hanya sesaat,” ujar Terry.

Ia pun meyakini bahwa sertifikat yang diberikan memiliki batas waktu sebagai penilaian dan peninjauan ulang atas materiel yang telah diuji coba tersebut. Seperti halnya sertifikat yang diberikan uji coba produk Thermal Weapon Stand Alone TWS-3050, Thermal Weapon Sight Clip On CTS-230, Night Vision Monocular PBS-14 dan Advance Night Vision Monocular PVS-14C merk GSCI tahun 2016 yang lalu sudah 5 tahun, sehingga masa habis sertifikat tersebut diperpanjang untuk melihat dan menilai kembali bagaimana kondisi real materiel hasil uji masih sesuai dengan spekteknya atau sudah mengalami perubahan.

Namun apabila mengalami perubahan yang signifikan perlu ditinjau ulang perpanjangan sertifikat tersebut dan perlu adanya uji coba ulang untuk diberikan sertifikat kembali. Akan tetapi dengan metode pengamatan atas materi uji yang telah diberikan beberapa tahun yang lalu dan tidak mengalami perubahan yang signifikan maka layak untuk memperpanjang sertifikatnya dengan mempertimbangkan beberapa aspek-aspek serta beberapa hal-hal teknis terhadap spektek yang terdapat pada produk Thermal Weapon Stand Alone TWS-3050, Thermal Weapon Sight Clip On CTS-230, Night Vision Monocular PBS-14 dan Advance Night Vision Monocular PVS-14C merk GSCI tersebut. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.