Uji Kemampuan dan Kesiapan Satuan, Lanud Iswahjudi Gelar Latihan Elang Gesit 2022

Jakarta, IDM - Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI M. Untung Suropati, S.E., membuka latihan Elang Gesit Tahun 2022, di South Apron Lanud Iswahjudi. Senin (21/3).
Latihan ini terbagi dalam dua kategori yakni Air Maneuver (manuver udara) dan Ground Maneuver (manuver darat) dengan mengambil tema “Satgas udara melaksanakan operasi udara dalam rangka mendukung tugas Kogasudgab”.
Dalam sambutannya Danlanud Iswahjudi menjelaskan Latihan ini bertujuan untuk menguji dan meningkatkan kemampuan serta kesiapan segenap unsur di jajaran Lanud Iswahjudi dalam melaksanakan tugas operasi udara dan dukungan operasi penerbangan guna menjamin kesiapan operasional dalam melaksanakan tugas.
“Latihan Elang Gesit ini, harus benar benar dapat menjadi tolak ukur keberhasilan pembinaan satuan, sekaligus sebagai persiapan untuk latihan-latihan tahap selanjutnya,” tegas Untung.
Lebih lanjut Untung juga berpesan untuk menjadikan keselamatan terbang dan kerja menjadi bagian dari keberhasilan latihan dan laksanakan sesuai peran dan fungsi masing-masing dengan baik dan benar. Sehingga latihan dapat berjalan dengan aman dan lancar serta mencapai sasaran sebagaimana yang kita harapkan bersama, tutup Untung. (gin)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































