Tutup Pelatihan ATVI, Danyonif 2 Marinir Harap Mahasiswa Bermental Baja

Jakarta, IDM - Danyonif 2 Marinir Letkol (Mar) Sri Utomo, menutup pelatihan bina mental, karakter, dan kedisiplinan Akademi Televisi Indonesia (ATVI) pascaempat hari berlangsung, di Jakarta, Minggu (25/9).
Dalam amanatnya, Utomo menyampaikan pelatihan tersebut bertujuan menghasilkan pemuda dan pemudi bermental baja. Program yang dilaksanakan dalam proses pembinaan ini bersifat membentuk mental, fisik dan disiplin yang sudah terukur.
"Bermental pejuang, bukan pecundang. Bermental tangguh, bukan rapuh. Bermental pantang menyerah, bukan mudah putus asa serta setia kawan, bukan makan teman," kata Utomo, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Minggu (25/9).
Ia melanjutkan, setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini, diharapkan siswa ATVI dapat menjadi pribadi yang lebih baik, berkarakter, bersyukur dan memiliki empati serta peduli dengan lingkungan sekitar.
"Terima kasih kepada seluruh pihak baik dari akademi, pelatih, maupun peserta, karena telah mengikuti pelatihan dengan sebaik-baiknya," tutupnya. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































