Top! Kolonel Marinir Yudo Herdyanto Borong 3 Penghargaan di Cina

Jakarta, IDM - Kolonel (Mar) Yudo Herdyanto mengharumkan nama Indonesia di kancah militer internasional. Perwira lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1999 ini resmi mengantongi gelar Master of Military Science dari National Defence University (NDU) di Cina, pada pekan lalu.
Mengutip dari keterangan Dispenal, Senin (27/7), Yudo mengungguli peserta lain dari 54 negara lewat analisis tajam dan wawasan strategis selama masa studi. Perwira menengah Korps Marinir ini aktif memaparkan gagasan dalam berbagai diskusi akademis internasional.
Baca Juga: TNI AU Gelar Pelatihan ATCM 2026, Perkuat Kemampuan Personel Hadapi Ancaman Terorisme
Tak tanggung-tanggung, Yudo memboyong tiga penghargaan bergengsi sekaligus. Ia meraih Outstanding Paper berkat karya ilmiah soal kerja sama antiterorisme, predikat Star of Study sebagai peserta terbaik, serta tiga sertifikasi kompetensi Bahasa Mandarin. Dosen penguji juga memberi nilai tinggi untuk tesisnya mengenai strategi penanggulangan terorisme.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul menyebut raihan ini menjadi bukti nyata kapasitas prajurit TNI AL di tingkat dunia.
Baca Juga: Bangga! Lettu Rahayu Irjayanti Jadi Warga Kehormatan Paspampres
"Keberhasilan ini sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali yang menekankan pentingnya membangun prajurit TNI AL yang profesional, unggul, dan berdaya saing global demi mendukung terwujudnya kekuatan laut yangg modern," kata Tunggul.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































