TNI Ungkap 4 Prajurit Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

Jakarta, IDM – Mabes TNI mengungkapkan tiga perwira dan satu bintara TNI yang menjadi terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal TNI Aulia Dwi Nasrullah, menegaskan pihaknya menerima informasi tersebut dari Denma Bais TNI.
Adapun dari empat yang diduga tersangka, yakni inisial NDP berpangkat kapten.
Baca Juga: TNI Bakal Dalami Sosok yang Memerintahkan Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Kemudian inisial SL, berpangkat Lettu. Lalu inisial BHW dengan pangkat Lettu. Kemudian inisial ES berpangkat Serda.
“Jadi sekarang yang diduga keempat tersangka ini sudah kita amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan,” tegas Aulia.
Aulia menyebut keempatnya terancam melanggar Pasal 467 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 atau hukuman empat hingga tujuh tahun penjara.
Baca Juga: Koki Andal KRI Banda Aceh-593, Masak untuk Ribuan Pemudik dengan Cita Rasa yang Nikmat
Kemudian, kata Aulia, Puspom TNI akan membuat laporan polisi, dan memeriksa saksi korban.
Tak hanya itu, pihaknya melakukan penahanan sementara kepada empat prajurit terduga tersangka.
“Kemudian kita akan segera mengajukan permohonan Visum et Repertum, mengajukan Ver ke RSCM,” ujarnya. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































