TNI Tambah 7 KRI dalam Operasi Kemanusiaan di Sumatra, Salah Satunya KRI Bontang-907 untuk Suplai BBM

Jakarta, IDM – TNI menambah tujuh Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dalam operasi kemanusiaan di lokasi bencana dan banjir wilayah Sumatra.
Penambahan itu melengkapi tujuh KRI yang telah dioperasikan menuju lokasi-lokasi bencana.
“Untuk unsur laut yang dilibatkan ada 14 KRI dan 1 ADRI (kapal Angkatan Darat Republik Indonesia,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/12).
Baca Juga: Pesawat Casa dan Helikopter Bell Dipilih TNI AL untuk Jangkau Titik Tanpa Landasan di Aceh–Sumatra
Ke-14 KRI terdiri dari dua kapal bantu rumah sakit (KBRS), lima KRI logistik, dan tujuh KRI tambahan yang membawa bantuan logistik.
Salah satu KRI tambahan tersebut KRI Bontang-907 untuk suplai bahan bakar minyak (BBM).
Sekretaris Dinas Penerangan TNI AL (Sekdispenal) Kolonel Laut (P) Laode Muhammad Holib mengatakan bahwa KRI Bontang saat ini sedang melakukan pengisian bahan bakar sebelum bertolak ke lokasi bencana.
“Jadi rencana akan membawa 2.000 ton bahan bakar (solar) ke daerah operasi. Selain untuk mendukung unsur-unsur KRI itu sendiri, juga ini bisa dikoordinasikan untuk mendukung dukungan bahan bakar untuk masyarakat setempat,” kata Laode.
TNI AL juga telah memberangkatkan KRI Banda Aceh-593 dan KRI Teluk Banten-516 untuk unsur tambahan.
Baca Juga: KSAL Ungkap Alasan Dislambair Berubah Menjadi Satkoppeba
“KRI Banda Aceh ini akan menuju pantai barat di seputaran Sibolga dan Padang atau Nias. Kemudian, KRI Teluk Banten akan menuju pantai utara di Aceh Tamiang ataupun Belawan,” kata Laode.
Saat ini, TNI juga masih menyiagakan 30.971 personel dari tiga matra yang tersebar di lokasi-lokasi terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Para prajurit TNI disebar di berbagai titik untuk memastikan situasi tetap kondusif, mendukung evakuasi warga, dan menjamin kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































