HANKAM

TNI Siapkan Tiga Pesawat Khusus Penyemai Udara, Perkuat Modifikasi Cuaca Penanganan Karhutla

TNI
TNI menyiapkan tiga pesawat khusus untuk modifikasi cuaca dalam penanganan karhutla, salah satunya Hercules C-130. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM - TNI menyiapkan tambahan tiga pesawat TNI Angkatan Udara, terdiri dari dua Hercules C-130 dan satu CN-295, guna memperkuat operasi modifikasi cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap di wilayah Sumatra Selatan dan Kalimantan Selatan.

Pesawat-pesawat tersebut menambah kekuatan tiga pesawat Casa yang sudah dikerahkan sebelumnya.

Dua Hercules C-130J dan satu CN-295 tersebut telah lulus uji statis dan dinamis, dinyatakan siap operasional, serta mengantongi sertifikasi kelayakan udara dari Pusat Kelaikan Keselamatan Terbang dan Kerja TNI AU (Puslaiklambangjaau). Pesawat-pesawat tersebut juga dilengkapi konsul penyemai khusus untuk mendukung penyebaran garam natrium klorida (NaCl).

Baca Juga: Laksma Hariyo Poernomo Resmi Pimpin Kodaeral III Gantikan Laksda Uki Prasetia

Hercules C-130 nomor registrasi A-1319 dan A-1328 masing-masing memiliki enam konsul berkapasitas 800 kilogram, dengan kemampuan membawa 4,8 ton NaCl. Sementara itu, CN-295 nomor registrasi A-2904 memiliki delapan konsul berkapasitas 250 kilogram, dengan kemampuan membawa 2 ton NaCl.

TNI
Pesawat-pesawat tersebut dilengkapi konsul penyemai khusus untuk mendukung penyebaran garam natrium klorida (NaCl). (Foto: Dok. Puspen TNI)

Untuk mempercepat penanganan di wilayah terdampak, pesawat CN-295 A-2904 bertolak dari Pangkalan TNI AU Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menuju Lanud Sjamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Kamis (22/10) sore.

Selanjutnya, Hercules C-130 A-1319 diberangkatkan menuju Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, Sumatra Selatan, pada Kamis malam.

Baca Juga: Lumpuhkan Tokoh OPM, 38 Prajurit Pandawa Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Sementara itu, Hercules C-130 A-1328 masih menjalani penyiapan akhir dan dijadwalkan menyusul ke Banjarmasin setelah melaksanakan uji statis dan dinamis pada Sabtu (24/10).

“Pengerahan pesawat berkemampuan khusus ini merupakan komitmen TNI dalam mendukung pemerintah dan instansi terkait, memperkuat operasi modifikasi cuaca serta mempercepat penanganan karhutla dan dampak kabut asap,” tulis siaran pers Pusat Penerangan TNI.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.