HANKAM

TNI Sebut Empat Eks Anggota OPM yang Kembali ke NKRI Berstatus Pelajar

Mantan anggota OPM.
TNI membenarkan bahwa empat mantan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang bergabung kembali ke NKRI, berstatus pelajar. Mereka adalah Enden Tabuni, Erenus Tabuni, Yopi Tabuni, dan Kilistu Murib. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI membenarkan bahwa empat mantan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang bergabung kembali ke NKRI, berstatus pelajar. Mereka adalah Enden Tabuni, Erenus Tabuni, Yopi Tabuni, dan Kilistu Murib.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi menanggapi pernyataan OPM yang menyebut keempatnya adalah pelajar dan bukan anggota Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TPNPB).

Kristomei menyatakan bahwa pernyataan itu merupakan bentuk distorsi fakta dan pengaburan realitas di lapangan. Sebab, keempat orang eks anggota OPM tersebut secara sadar dan sukarela melakukan ikrar kembali ke NKRI.

Baca Juga: Kapal Layar CNS Esmeralda Bawa Kadet Angkatan Laut Chili ke Jakarta

Proses tersebut disaksikan oleh aparat, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah setempat.

“Pernyataan resmi yang mereka ucapkan bukan hasil paksaan atau rekayasa, tetapi berdasarkan kesadaran pribadi setelah menyadari bahwa perjuangan bersenjata OPM hanya membawa penderitaan dan tidak memberikan masa depan,” kata Kristomei dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/7).

Kristomei mengatakan bahwa keempatnya sebelumnya merupakan pelajar. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa keempatnya telah direkrut dan bergabung secara aktif dalam kelompok bersenjata OPM.

“Mereka memilih kembali ke pangkuan NKRI setelah adanya konflik internal dan perpecahan dalam tubuh OPM, serta ketakutan akan ancaman pembunuhan dari sesama anggota OPM karena dianggap tidak loyal,” ujar Kristomei.

Baca Juga: Asah Kemampuan Tempur, Danpasmar 1 Pantau Latihan Pengamanan Obvitnas

Hal ini memperkuat bukti bahwa OPM mengeksploitasi atau merekrut anak remaja untuk kepentingan aksi kekerasan. “Ini merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak anak dan hukum humaniter internasional atau The Convention on the Rights Of The Child and The additional Protocol on the Involvement of Children in Armed Conflict,” kata Kapuspen TNI.

Kristomei menambahkan, status pelajar tidak serta merta menghilangkan keterlibatan keempatnya dalam aktivitas kelompok bersenjata. TNI mengklaim banyak dokumentasi di lapangan menunjukkan bahwa TPNPB-OPM kerap merekrut dan memanfaatkan anak-anak dan remaja sebagai kurir, penjaga pos, mata-mata, hingga pelaksana operasi bersenjata.

“Maka sangat keliru jika hanya karena mereka tercatat di sekolah, lalu dianggap tidak pernah terlibat,” ucap Kristomei.

Kristomei menyebutkan, narasi TPNPB-OPM tidak mengenal keempat nama tersebut di struktur organisasi hanyalah siasat untuk menghindari malu dan menunjukkan bahwa kelompok mereka mulai kehilangan kader di akar rumput.

Baca Juga: Kronologi TNI AL Temukan Bangkai KMP Tunu Pratama di Selat Bali, Seusai Empat Hari Pencarian

“Banyak mantan anggota yang memilih kembali ke NKRI karena kecewa dengan janji kosong dan kekejaman internal kelompok,” kata Kapuspen TNI.

Adapun Enden Tabuni, Erenus Tabuni, Yopi Tabuni, dan Kilistu Murib merupakan anggota OPM dari Kodap III Sinak, yang secara resmi menyatakan ikrar kesetiaan kepada NKRI di halaman Komando Rayon Militer (Koramil) 1717-02/Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Rabu (9/7).

TNI menyatakan akan selalu menyambut dengan tangan terbuka siapa pun yang ingin kembali ke pangkuan ibu pertiwi. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.