HANKAM

Asah Kemampuan Tempur, Danpasmar 1 Pantau Latihan Pengamanan Obvitnas

Batalyon Intai Amfibi 1.
Komandan Pasmar 1 Marinir, Brigjen TNI Ena Sulaksana memantau langsung Batalyon Intai Amfibi 1 melakukan latihan pengamanan objek vital nasional (obvitnas). (Foto: Dok. Pasmar1 TNI AL)

Jakarta, IDM – Komandan Pasmar 1 Marinir, Brigjen TNI Ena Sulaksana memantau langsung Batalyon Intai Amfibi 1 melakukan latihan pengamanan objek vital nasional (obvitnas).

Latihan digelar di wilayah Marunda, Jakarta Utara, dan dilakukan dalam rangka mengasah kemampuan tempur.

Saat latihan, disimulasikan kawasan obvitnas di Marunda sedang dikuasai oleh musuh dan dijadikan markas. Mereka juga menyandera anak dari tokoh adat setempat untuk meminta tebusan berupa kebijakan yang menguntungkan kelompok tersebut, yakni perdagangan gelap.

Baca Juga: Kronologi TNI AL Temukan Bangkai KMP Tunu Pratama di Selat Bali, Seusai Empat Hari Pencarian

“Hasil penyelidikan dari tim Intelijen Yontaifib 1 Marinir kekuatan musuh berjumlah dua kelompok dengan bersenjata lengkap serta moril yang tinggi, karena didukung oleh pimpinan besar di kawasan Marunda,” ungkap Ena, dikutip dari keterangan Pasmar1 TNI AL, Senin (14/7).

Untuk menuntaskan musuh, Yontaifib 1 Marinir menerjunkan 1 unit pasukan Combat Free Fall_, Tim Atas Permukaan dengan menggunakan sea raider dan Tim Aksus menggunakan ransus serbu disertai Unit Sniper dan Unit Surveillance.

Pascalatihan, Ena memberikan arahan agar prajurit dalam selalu mengutamakan zero accident dalam setiap latihan.

Tak hanya itu, Ena juga mengingatkan agar prajurit harus memahami secara rinci prosedur tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Baca Juga: Tangis Bahagia Warnai Kelulusan Bintara PK TNI AD, Ada 18 Anak Yatim

Hal ini penting supaya prajurit mampu mencapai tujuan yang diinginkan dalam setiap operasi.

Ena menegaskan prajurit Yontaifib 1 Marinir rutin melaksanakan latihan sesuai dengan dinamika ancaman yang terjadi baik nasional maupun di luar wilayah kedaulatan NKRI.

"Latihan ini bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan maupun kemampuan tempur prajurit Yontaifib 1 Marinir, sebagai bentuk wujud tanggung jawab jaminan keamanan setiap saat dan berbagai tempat yang memungkinkan terjadinya ancaman," tandas dia. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.