TNI Percepat Pembangunan Jembatan di Aceh, Akses Warga Mulai Pulih

Jakarta, IDM – Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus mempercepat pembangunan jembatan di sejumlah wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh guna memulihkan akses transportasi dan mobilitas warga.
Hingga saat ini, TNI membangun 11 jembatan Bailey, 6 jembatan gantung, serta 2 jembatan Armco yang tersebar di beberapa kabupaten.
Jembatan Bailey pertama dibangun di Kecamatan Bener Kelipah, Kabupaten Bener Meriah, menghubungkan Desa Lot Bener dengan Desa Bener Pepanyi.
Baca Juga: Pangkoarmada RI Tekankan Cegah Selundupan dan Kesiapsiagaan Operasi di Laut Indonesia
Di lokasi tersebut, anggota TNI tampak bekerja memasang rangka baja pembatas jembatan, mengencangkan baut, serta mengangkat balok rangka secara bergotong royong.
Pembangunan jembatan Bailey lainnya berlangsung di kawasan Timang Gajah, perbatasan Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
Progres pembangunan telah melampaui 70 persen, dengan sebagian bantalan jembatan terpasang dan alat berat dikerahkan untuk menyambungkan jembatan dengan badan jalan.
Baca Juga: TNI Buka Suara soal Penjagaan Prajurit di Ruang Sidang Eks Mendikbudristek Nadiem
“Pembangunan ini kami lakukan secara bertahap dan terukur agar segera bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar seorang perwira TNI di lokasi pembangunan.
Selain itu, pembangunan juga dilakukan pada Jembatan Weihni Rongka, Jembatan Jamur Ujung 1, Jembatan Bandara Rembele, serta sejumlah jembatan Bailey lain di Aceh Utara, Aceh Timur, hingga Nagan Raya.
Seluruh pembangunan difokuskan untuk mengembalikan konektivitas antarwilayah yang sempat terputus akibat bencana. (Ykb)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































