Pangkoarmada RI Tekankan Cegah Selundupan dan Kesiapsiagaan Operasi di Laut Indonesia

Jakarta, IDM – Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya Denih Hendrata menegaskan pentingnya pencegahan penyelundupan di jalur laut serta peningkatan kesiapsiagaan operasi guna menjaga keamanan dan kedaulatan laut Indonesia.
Penegasan itu disampaikan Denih saat memimpin apel khusus awal 2026 di Pondok Dayung, Jakarta, Senin (5/1).
“Saya menekankan pentingnya menjaga keamanan negara, khususnya melalui upaya pencegahan berbagai bentuk penyelundupan yang kerap terjadi melalui jalur laut,” kata Denih, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada RI, Selasa (6/1).
Baca Juga: TNI AD Targetkan Segera Rampungkan 200 Jembatan di Sumatra
Ia menjelaskan, peningkatan kesiapsiagaan operasi seluruh unsur armada harus dilakukan secara berkelanjutan agar kehadiran negara benar-benar terasa di wilayah laut yurisdiksi nasional dan kedaulatan tetap terjaga.
“Kesiapsiagaan operasi tidak boleh bersifat sementara. Ini harus kita jaga terus-menerus untuk menjamin kehadiran negara dan memastikan kedaulatan laut Indonesia tetap terpelihara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Denih menekankan penguatan kesiapan operasi harus dibarengi dengan profesionalisme prajurit, penguatan sistem komando dan komunikasi, serta soliditas antarsatuan. Prajurit dituntut memahami tugas pokok, tanggung jawab, dan fungsi satuannya, sekaligus menguasai perkembangan teknologi yang mendukung pelaksanaan operasi.
Ia juga menyoroti pentingnya latihan yang dilaksanakan secara berjenjang dan berkesinambungan, tidak hanya untuk meningkatkan kesiapan tempur, tetapi juga membangun ketahanan mental prajurit dan memperkuat soliditas antar unsur.
“Latihan itu bukan sekadar rutinitas. Itu bekal kita menghadapi tekanan, keterbatasan, dan dinamika operasi sesungguhnya di lapangan,” ucap Denih.
Baca Juga: TNI AD Siap Terlibat di Satgas Kuala Bentukan Menhan Sjafrie
Dalam arahannya, Denih turut menyinggung peran aktif Koarmada RI dalam mendukung penanggulangan bencana alam di Aceh dan Sumatra sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi kepada Koarmada I, Koarmada II, serta Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I dan Kodaeral II atas dedikasi mereka dalam mendukung operasi kemanusiaan tersebut.
Selain itu, Denih mengingatkan seluruh prajurit agar menjaga kehormatan diri dan satuan, menjauhi segala bentuk pelanggaran, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif demi menumbuhkan semangat kerja dan dorongan untuk meraih hasil terbaik.
“Disiplin, kehormatan, dan keteladanan harus menjadi fondasi kita bersama,” pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































