HANKAM

TNI jadi Tulang Punggung Satgas Darurat Pembangunan 300 Ribu Jembatan

Presiden RI Prabowo Subianto.
Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program pembangunan 300 ribu jembatan yang digagas melalui pembentukan Satgas Khusus Darurat Jembatan.

Kebijakan tersebut Presiden Prabowo umumkan sebagai respons terhadap kondisi infrastruktur dasar yang masih tertinggal di sejumlah wilayah.

Prabowo menekankan pengerahan satuan-satuan teknik TNI merupakan langkah strategis untuk memastikan percepatan pembangunan di daerah yang sulit dijangkau.

Baca Juga: TNI AD Kirim 2 Helikopter Bantu Bencana di Sumatera

“Kita akan turunkan Batalion Zeni, Batalion Teritorial Pembangunan, dan unit-unit konstruksi lainnya. Mereka yang punya kemampuan teknis untuk bergerak cepat,” ujar Presiden Prabowo.

Prabowo menilai TNI memiliki kapasitas operasional yang tidak dimiliki banyak lembaga sipil.

Satuan Zeni TNI dikenal memiliki kemampuan membangun jembatan taktis, jembatan permanen, hingga infrastruktur pendukung lainnya di medan ekstrem, mulai dari daerah perbukitan, hutan, hingga wilayah pedalaman yang tidak terjangkau kendaraan berat.

Menurut Prabowo, pengalaman panjang TNI dalam operasi kemanusiaan, tanggap darurat, dan pembangunan fasilitas publik menjadi alasan utama dipilihnya mereka sebagai tulang punggung program ini.

Baca Juga: A400M TNI AU Jalani Misi Kemanusiaan Perdana, Angkut 15 Ton Bantuan Logistik ke Aceh

“Di banyak tempat, rakyat kita masih mengandalkan sungai sebagai satu-satunya akses transportasi. Anak-anak harus menyeberang tanpa jembatan dan sering kali basah kuyup. Ini tidak boleh kita biarkan,” ucapnya.

Prabowo juga menekankan program jembatan ini tidak boleh terhambat oleh proses administratif yang panjang.

Ia menginstruksikan seluruh kementerian terkait untuk memotong prosedur yang tidak mendesak, dan memberi ruang bagi TNI untuk bergerak lebih cepat.

Baca Juga: Konflik Indo-Pasifik di Fase Sangat Menentukan, Puskersin TNI Susun Arah Diplomasi Pertahanan

“Tidak usah lama-lama studi kelayakan. Tidak ada seminar, tidak ada simposium. Kita kerjakan. Kita selesaikan ini,” tegas Prabowo.

Dengan mandat tersebut, TNI akan menjadi penggerak utama di lapangan, mulai dari survei lokasi cepat, mobilisasi alat berat, pembangunan struktur jembatan, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah.

Program ini juga akan melibatkan berbagai unsur, seperti Polri dan unit-unit yang memiliki kemampuan teknis dan dukungan logistik untuk mendampingi proses pengamanan dan distribusi material pembangunan. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.