TNI Dirikan Pos Komando den Perkuat Penyekatan di Zona Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Jakarta, IDM – Prajurit TNI bergerak cepat merespons situasi pascaerupsi Gunung Semeru, Jawa Timur. Tim Aju Setiap Saat Siap Bergerak (S3B) Divisi Infanteri (Divif) 2/Kostrad bersama prajurit Koramil 0821-14/Pronojiwo melaksanakan peninjauan lapangan di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Sabtu (22/11).
Para prajurit melakukan asesmen menyeluruh terkait tingkat risiko serta aktivitas yang dinyatakan aman maupun berbahaya bagi warga.
Untuk memperkuat respons di lapangan, Prajurit Divif 2 Kostrad juga mendirikan tenda peleton, dapur lapangan, serta memperkuat penyekatan di zona terdampak.
Baca Juga: Latihan Terintegrasi 2025: TNI Amankan Aset Vital di Bangka dan Morowali
“Evakuasi barang berharga dan warga dilakukan secara terkoordinasi, didukung penuh oleh personel Koramil 0821-14/Pronojiwo yang sejak awal turut melakukan penyisiran dan pengamanan wilayah,” tulis siaran pers Pusat Penerangan TNI, Minggu (23/11).

TNI juga mendirikan pos komando di depan Balai Desa Supiturang serta pos siaga di Dusun Gemuk Mas dan Dusun Sumbersari guna memastikan tindakan cepat dapat dilakukan setiap saat.
“Satuan TNI di lapangan akan terus memperkuat sinergi dan kesiapan operasi kemanusiaan hingga situasi dinyatakan aman sepenuhnya, sebagai bentuk komitmen TNI membantu pemerintah daerah dalam melindungi rakyat dari ancaman bencana alam,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah melalui keterangan tertulis.
Baca Juga: KSAU Bahas Peluang Kerja Sama dan Kolaborasi Strategis dengan Commander UAE-AFAD
Gunung Semeru mengalami erupsi hebat pada Rabu (19/11). Dikutip dari BBC, gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut memuntahkan material hingga 2.000 meter dari puncaknya. Kemudian menyusul awan panas guguran meluncur 13 kilometer ke arah tenggara dan selatan.
Aktivitas vulkaniknya juga meningkat dari Siaga (level III) menjadi Awas (Level IV) hanya dalam beberapa jam. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































