TNI dan AFP Bahas Pembaruan Kerja Sama Militer dalam Pertemuan Philindo JOESC

Jakarta, IDM - Indonesia dan Filipina memperbaharui kerja sama di bidang Counter Terrorism (CT) dan Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR), dalam pertemuan keempat the Philppines Indonesia Joint Operations and Exercises Sub-Committee (Philindo JOESC), Jakarta, Kamis (25/8).
Dikutip dari keterangan Puspen TNI, pertemuan tersebut dipimpin Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayor Jederal TNI Agus Suhardi, dan Deputy Chief of Staff for OperationsJ3 Armed Forces of the Philippines (AFP) Major General Alex S. Rillera PA.
Kedua negara juga membahas evaluasi kegiatan bidang operasi dan latihan yang dilaksanakan TNI dan AFP, pada periode Juli dan Agustus 2022 ini.
Tak hanya itu, pertemuan yang diikuti sebanyak 16 personel TNI dan 10 personel AFP, juga membahas rencana kegiatan yang akan dilaksanakan periode September 2022 sampai dengan September 2023, dan rencana Angkatan Bersenjata Filipina akan menjadi tuang rumah pertemuan Philindo JOESC 2023.
Indonesia-Filipina berharap kerja sama bilateral antara TNI dan AFP yang telah berlangsung dapat semakin meningkat dan mempererat hubungan kedua negara yang telah terjalin dengan harmonis selama ini serta dapat membawa manfaat yang baik di kawasan. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































