HANKAM

TNI Bongkar Puluhan Senjata OPM dan 30 Kasus Narkotika di Papua, Pangdam Cenderawasih Kami tak akan Kalah!

TNI
TNI bongkar puluhan senjata OPM dan 30 kasus narkotika di Papua. (Foto: Dok. Kogabwilhan III)

Jakarta, IDM – Komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan Papua kembali ditegaskan melalui Konferensi Pers Hasil Operasi Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Semester I Tahun Anggaran 2026.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menghadiri langsung konferensi pers yang dipimpin Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto di Markas Kogabwilhan III, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Dalam pemaparannya, Letjen TNI Lucky Avianto mengungkapkan operasi terpadu yang dilaksanakan Koops TNI Habema sepanjang Januari hingga Mei 2026 berhasil menekan aktivitas kelompok separatis bersenjata sekaligus membongkar berbagai jaringan kejahatan lintas sektor, terutama peredaran narkotika yang selama ini menjadi ancaman serius bagi keamanan Papua.
Pangkogabwilhan III juga memberikan apresiasi kepada insan pers yang dinilai berperan penting dalam menyampaikan informasi secara objektif serta menangkal penyebaran hoaks yang dapat memperkeruh situasi keamanan.

Baca Juga: Dunia Hadapi Krisis Hibrida, KSAL Beberkan Taktik Jaga Sumber Daya Laut RI

"Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada rekan-rekan wartawan yang telah menghadirkan pemberitaan yang sejuk, berdasarkan fakta, serta mampu menangkal berbagai informasi bohong dan narasi yang menyesatkan di ruang publik," kata Letjen TNI Lucky Avianto.

Sepanjang Semester I Tahun 2026, sinergi TNI bersama Bea Cukai, Aviation Security (Avsec), pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait berhasil mengungkap sedikitnya 30 kasus narkotika di Papua. Kasus tersebut mencakup peredaran ganja, penemuan ladang ganja, hingga penyelundupan melalui jalur udara, laut, dan perbatasan.

Dari operasi tersebut, aparat mengamankan sekitar 1.479 batang pohon ganja, puluhan kilogram ganja kering, sejumlah ladang ganja siap panen, serta puluhan tersangka, termasuk warga negara asing.

Seluruh tersangka kemudian diserahkan kepada Polri untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Keberhasilan operasi juga terlihat pada sektor penegakan keamanan. Satgas TNI berhasil menyita 47 pucuk senjata api berbagai jenis, 92 senapan angin, ratusan butir amunisi, komponen senjata, dokumen organisasi, atribut, uang tunai, hingga berbagai perlengkapan milik kelompok separatis TPNPB-OPM.

Baca Juga: Terima Baret Biru, 175 Prajurit TNI Siap Emban Misi Perdamaian di Kongo

Lucky menilai penyitaan tersebut menjadi langkah strategis untuk mencegah meningkatnya ancaman terhadap keselamatan masyarakat Papua.

"Tidak dapat kita bayangkan apabila senjata-senjata tersebut masih berada di tangan kelompok separatis. Potensi ancaman terhadap keselamatan masyarakat tentu akan semakin besar," tegasnya.

Pangkogabwilhan III juga menyinggung insiden pembakaran pesawat PT Asian Mission Aviation (AMA) di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Yahukimo, yang mengakibatkan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Captain Nicholas F. Goselin alias Mark, meninggal dunia.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aksi tersebut diduga dilakukan kelompok bersenjata pimpinan Elkius Kobak dan turut diakui oleh juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.

Pangkogabwilhan III menyebut tindakan tersebut merupakan bentuk kekerasan yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan serta budaya masyarakat Papua. Selama ini, aksi kelompok separatis tidak hanya menyasar aparat keamanan, tetapi juga warga sipil, tenaga kesehatan, guru, rumah ibadah, sekolah, hingga berbagai fasilitas umum.

Baca Juga: Orruda 2026: TNI AL Kirim Kapal Perang ke Rusia Jajal Cara Jinakkan Drone Laut

"Beragam aksi teror, intimidasi, pembakaran fasilitas umum, hingga pembunuhan terhadap warga sipil menunjukkan bahwa tindakan tersebut merupakan ancaman nyata yang harus dihentikan demi melindungi masyarakat Papua," ujarnya.

Kehadiran Pangdam XVII/Cenderawasih dalam konferensi pers tersebut menunjukkan soliditas jajaran TNI di wilayah Papua dalam mendukung operasi terpadu lintas matra.

TNI menyatakan akan terus mengedepankan operasi yang profesional, terukur, dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga keamanan yang menjadi fondasi percepatan pembangunan di Tanah Papua.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.