HANKAM

TNI Bangun Jembatan Bailey di 32 Titik di Sumatra

jembatan Bailey
Prajurit TNI membangun jembatan Bailey di lokasi terdampak banjir dan longsor Sumatra. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI terus mempercepat pembangunan jembatan darurat guna membuka kembali akses yang terputus akibat banjir bandang dan longsor di Sumatra.

Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI Brigjen Osmar Silalahi mengatakan, TNI telah membangun jembatan Bailey di 32 titik per Jumat (12/12).

“Terdapat 32 titik pembangunan jembatan Bailey, dengan satu jembatan Bailey Anggoli (Tapanuli Tengah) telah selesai 100 persen,” kata Osmar dalam keterangan pers, dikutip Sabtu (13/12).

Baca Juga: 5 Mantan Anggota OPM Ikrar Kembali ke NKRI, Langsung Disambut Ratusan Warga

Sementara itu, komponen jembatan di titik lain masih dalam proses pengiriman dan pembangunan.

jembatan Bailey
Setidaknya terdapat 32 titik pembangunan jembatan Bailey. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Sejumlah lokasi menunjukkan progres signifikan, di antaranya jembatan Bailey Teupin Mane di Kabupaten Bireuen dengan panjang 25 meter dan tonase 40 ton, yang kini telah mencapai 75 persen.

Di lokasi lain, jembatan Bailay Teupin Reudep sepanjang 36 meter yang menghubungkan jalur alternatif Bireuen–Lhokseumawe–Bener Meriah juga dikebut dan direncanakan selesai pada hari ini.

Baca Juga: Landasan Pendek tak jadi Halangan, Pesawat Casa TNI AL Mendarat di Blangkejeren Aceh Bawa Logistik

“Tantangan terbesar yang dihadapi tim di lapangan antara lain keterbatasan akses jalan menuju lokasi serta proses pengiriman material yang sebagian harus didatangkan dari luar daerah, seperti material untuk Jembatan Beutong Ateuh yang masih menunggu kiriman dari Riau,” tulis siaran pers Pusat Penerangan TNI.

Selain jembatan Bailey, TNI juga membangun jembatan Aramco. Terdapat 14 jembatan Aramco telah diberangkatkan melalui Kapal ADRI LIII dari Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan dijadwalkan tiba pada Minggu (14/12). (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.