HANKAM

TNI AU-RAAF Tingkatkan Profesionalisme dan Kesiapsiagaan dalam Latma Elang Ausindo 2025

Brigjen Batt
Brigjen Batt menyematkan patch kepada penerbang TNI AU sebagai simbol dimulainya Latma Elang Ausindo 2025. (Foto: Dok. Instagram @lanud_roesmin_nurjadin)

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF) meningkatkan profesionalime serta kesiapsiagaan personel dalam latihan bersama (Latma) Elang Ausindo 2025.

Latihan tersebut dibuka secara resmi oleh Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris bersama Atase Pertahanan Australia untuk Indonesia, Brigadir Jenderal Micah Batt di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kamia (21/8).

"Latma Elang Ausindo merupakan agenda latihan rutin yang memiliki nilai strategis. Latihan ini bukan hanya menjadi ajang pengembangan taktik dan teknik manuver udara, tetapi juga sarana meningkatkan profesionalisme, kemampuan tempur, serta interoperabilitas kedua angkatan udara," ungkap Marsma TNI Abdul Haris.

Baca Juga: Airdrop Bantuan Logistik untuk Warga Gaza Diperpanjang hingga 28 Agustus

Ia menambahkan, Latma Elang Ausindo juga menjadi simbol persahabatan dan komitmen kedua bangsa untuk memperkuat kerja sama pertahanan.

Personel TNI AU dan RAAF
Personel TNI AU dan RAAF yang mengikuti upacara pembukaan Latma Elang Ausindo 2025. (Foto: Dok. Instagram @lanud_roesmin_nurjadin)

"Selain mengasah kemampuan teknis, kita juga membangun kepercayaan, mempererat persaudaraan, dan memperkuat fondasi kerja sama masa depan,” tegas Danlanud Roesmin Nurjadin.

Sementara itu, Brigjen Batt menyampaikan apresiasinya kepada TNI AU atas dipilihnya Pekanbaru sebagai lokasi pelaksanaan latihan tahun ini.

Baca Juga: SPPG Lanud BNY Distribusikan 3.498 Makan Bergizi Gratis

Ia menuturkan bahwa terakhir kali Latma Elang Ausindo digelar di Sumatera adalah 31 tahun lalu dan pelaksanaan latihan kali ini menjadi tonggak sejarah baru bagi kedua angkatan udara.

Brigjen Batt juga menyoroti pentingnya stabilitas dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik di tengah dinamika global yang tidak menentu.

"Latihan Elang Ausindo adalah bukti nyata kerja sama erat antara dua mitra strategis demi kepentingan keamanan bersama di kawasan,” ungkap Brigjen Batt. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.