HANKAM

TNI AU Kirim Logistik dengan Metode ‘Payung Low Cost Low Altitude’ dari Super Hercules

Personel TNI AU
Tangkapan layar penurunan logistik dengan metode ‘payung low cost low altitude’ di Aceh Taming, Aceh, Selasa (2/12). (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Pesawat angkut C-130J Super Hercules milik TNI AU menerjunkan 20 bundel bantuan menggunakan payung low cost low altitude (LCLA) untuk korban bencana di Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (2/12).

Metode airdrop ini menjadi langkah TNI AU mendistribusikan logistik ke wilayah yang masih terkendala akses darat.

“Airdrop seperti LCLA sangat membantu ketika jalur darat belum bisa dilalui. Komitmen kami adalah memastikan bantuan tiba secepat mungkin kepada masyarakat terdampak,” ujar Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana.

Baca Juga: TNI Pastikan Pengiriman Bantuan Logistik Metode Airdrop Terus Dievaluasi

Penerjunan, jelasnya, dilakukan di drop zone (DZ) Lapangan Bima, Kecamatan Kualasimpang, lokasi yang sebelumnya digunakan sebagai titik penyaluran bantuan helibox. Pesawat memasuki area penerjunan pada ketinggian rendah untuk memastikan bundle LCLA jatuh tepat di area sasaran.

Sistem LCLA dirancang untuk memungkinkan paket bantuan turun secara stabil dan aman dari ketinggian minim, sehingga sangat efektif untuk menjangkau daerah sulit akses. Setiap bundel memuat kebutuhan darurat seperti bahan makanan siap konsumsi, perlengkapan tanggap bencana, dan keperluan mendesak lainnya.

Kadispenau, Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, menyatakan TNI AU terus mengoptimalkan mobilitas udara untuk mendukung penanganan bencana di berbagai wilayah.

Tak hanya itu, TNI AU juga menerjunkan bantuan menggunakan helibox dengan metode airdop di daerah yang sama.

Baca Juga: Kerahkan H225M Caracal, TNI AU Evakuasi Ibu Hamil dan Distribusikan Bantuan ke Lokasi Terisolir di Aceh

Sebanyak 90 helibox berisi kebutuhan darurat diterjunkan di Drop Zone (DZ) Lapangan Bima. Pengiriman bantuan ini merupakan kelanjutan dari operasi serupa yang dilakukan sehari sebelumnya di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, menggunakan pesawat yang sama.

Helibox merupakan kemasan bantuan yang dirancang khusus agar dapat berputar saat dijatuhkan dari udara, sehingga kecepatan turun melambat dan paket dapat mendarat lebih aman. Metode ini memungkinkan distribusi bantuan dilakukan secara cepat dan efektif di daerah yang sulit dijangkau lewat jalur darat.

“TNI AU akan terus hadir mendukung percepatan penanganan bencana. Yang terpenting adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan aman dan tepat waktu,” kata Nyoman. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.