HANKAM

TNI AU Kerahkan Super Puma untuk Evakuasi Korban Jatuhnya Helikopter PK-CFX

Helikopter Super Puma
Helikopter Super Puma yang dikerahkan TNI AU untuk membantu proses evakuasi korban jatuhnya Helikopter Sipil PK-CFX di Kalimantan Barat. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan Helikopter NAS-332 Super Puma untuk membantu proses evakuasi korban helikopter sipil PK-CFX yang hilang kontak di wilayah Kalimantan Barat, Kamis (16/4).

Selain alat utama sistem persenjataan (alutsista), TNI AU turut mengerahkan sejumlah prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) yang kemudian tergabung dalam tim SAR gabungan bersama Basarnas.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana menegaskan komitmen TNI AU yang akan terus mendukung penuh proses pencarian dan evakuasi.

Baca Juga: Eks KRI Teluk Hading-538 jadi Sasaran Tembak Rudal di Latopslagab 2026

“Kami mengerahkan kemampuan terbaik yang dimiliki TNI AU, baik unsur udara maupun personel di lapangan, untuk membantu proses evakuasi. Keselamatan tim menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas,” tutur Nyoman dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), dikutip Jumat (17/4).

Helikopter Super Puma
Proses evakuasi korban jatuhnya Helikopter PK-CFX di Kalimantan Barat dengan Helikopter Super Puma TNI AU. (Foto: Dok. Dispenau)

PK-CFX, yang merupakan helikopter milik PT Matthew Air Nusantara, dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Kabupaten Melawi menuju Kabupaten Kubu Raya pada Kamis (16/4) pagi. Helikopter membawa dua kru dan enam penumpang.

Merespons laporan tersebut, tim SAR gabungan kemudian bergerak untuk mencari lokasi jatuhnya pesawat dan korban. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap karena lokasi jatuhnya pesawat berada di hutan wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Baca Juga: Asops KSAL Tekankan 5 Poin ‘Combat Mindset’, Bekali Perwira TNI AL Surabaya

Kadispenau menjelaskan, helikopter TNI AU berhasil mengevakuasi 8 korban meninggal dunia dari lokasi kejadian. Seluruh korban telah tiba di Lanud Supadio untuk penanganan lebih lanjut, dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan.

"Koordinasi yang baik antara TNI AU dengan Basarnas dan beberapa instansi yang lain menjadi kunci keberhasilan dalam melaksanakan misi tersebut," pungkas Marsma TNI I Nyoman. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.