TNI AU Kerahkan 2 Pesawat Hercules, Angkut Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan 2 unit pesawat C-130 Hercules untuk mengangkut bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Melansir keterangan TNI AU, Jumat (3/11) dijelaskan, kedua pesawat tersebut adalah Hercules A-1327 dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta dan Hercules A-1328 yang sehari-hari dioperasionalkan oleh Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh Malang.
"Pengiriman 2 pesawat C-130 Hercules tersebut sesuai dengan instruksi Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono kepada KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, sebagai bentuk kepedulian pemerintah Indonesia kepada rakyat Palestina di Gaza," ungkap TNI AU.
Baca Juga: Dipimpin KSAD, Ribuan Komandan Satuan Berkumpul Tegaskan Netralitas Pemilu 2024
Bantuan yang diangkut dengan pesawat TNI AU itu seberat 26 ton dan akan diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Bantuan kemanusiaan yang diberikan meliputi obat-obatan; perlengakapan wanita dan anak-anak; makanan; alat penunjang disabilitas; hygiene kit; selimut; serta barang-barang lainnya yang dibutuhkan oleh rakyat Palestina.
Seluruh bantuan itu, kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu), akan diserahkan kepada Bulan Sabit Merah Mesir, yang nantinya akan berkoordinasi dengan UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in Near East), badan PBB yang mengurusi pengungsi Palestina.

Sebelum keberangkatan, ribuan kilogram bantuan kemanusiaan itu diangkut (loading) ke dalam pesawat pada Jumat (3/11). Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla meninjau langsung proses loading bantuan itu di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.
"Pengaturan pengiriman bantuan dari Mesir ke Palestina akan bekerja sama dengan PMI Mesir dan PMI Internasional. Dari situ diatur PMI Internasional, karena itu yang bisa masuk," ungkap Jusuf Kalla.
Rencananya, keberangkatan pesawat dan kru akan dilepas secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Sabtu (4/11).
Baca Juga: Mengenal Mesin Penjernih Air “Filter Nusantara” Inovasi Kodam III/Siliwangi
Bertindak sebagai mission commander dalam misi kemanusiaan kali ini adalah Kolonel Pnb Subhan. Adapun rute penerbangan yang ditempuh oleh kedua pesawat TNI AU meliputi Lanud Halim Perdanakusuma (Jakarta) - Lanud Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh) - Yangon (Myanmar) - New Delhi (India).
Pesawat kemudian akan melanjutkan penerbangan keesokan harinya, Minggu (5/11) dengan rute New Delhi (India) - Abu Dhabi - Jeddah.
Kemudian pada Senin (6/11), Hercules TNI AU akan terbang dari Jeddah - El Arish (Mesir) - Jeddah - Abu Dhabi. Pada Selasa (7/11), rute penerbangan yang ditempuh adalah Abu Dhabi - Mumbai - Yangon. Dan akhirnya, pada Rabu (8/11), penerbangan dimulai dari Yangon - Halim Perdanakusuma. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































