TNI AU Bantah Keterlibatan Institusi dan Personel dalam Video Viral Jual Beli Obat Keras

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) secara tegas membantah keterlibatan institusi maupun personelnya dalam dugaan aktivitas transaksi tramadol tanpa izin. Aktivitas itu disebut terjadi di seberang jalan depan Markas Satuan Rekonstruksi (Satrekon) yang berlokasi di daerah Pondok Gede, Jakarta Timur.
Klarifikasi tersebut disampaikan TNI AU melalui unggahan di akun Instagram resmi mereka, @militer.udara, pada Senin (16/3). Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas beredarnya video yang tengah viral di masyarakat dan menyoroti dugaan aktivitas jual beli obat keras di sekitar markas satuan TNI AU.
Kemudian, terkait dengan kemunculan sepeda motor berpelat dinas yang tampak berbelok ke arah lokasi jual beli, TNI AU menjelaskan bahwa anggota yang menggunakan kendaraan dinas itu tengah menuju penjual minuman di sekitar lokasi untuk membeli minuman.
Baca Juga: Pangdivif 2 Kostrad Ingatkan Kesiapsiagaan Prajurit di Tengah Eskalasi Timur Tengah
Kehadiran anggota tersebut, ditegaskan TNI AU, tidak berkaitan dengan dugaan aktivitas transaksi obat keras dengan metode cash on delivery (COD).
“TNI AU tidak menolerir segala bentuk pelanggaran hukum, termasuk peredaran obat keras tanpa izin. TNI AU mendukung penuh upaya penegak hukum dalam menindak segala bentuk peredaran obat keras tanpa izin yang merugikan masyarakat,” tegas TNI AU.
TNI AU juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga profesionalisme, integritas, serta kepercayaan masyarakat dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Baca Juga: Detik-detik TNI AL Sikat Kapal BBM Ilegal di Surabaya, Negara Nyaris Rugi Miliaran
Sementara itu, video viral yang menunjukkan dugaan aktivitas jual beli tramadol pertama kali diunggah oleh akun Instagram @badanperwakilannetizen beberapa hari lalu. “Haduuh gimana si pak @militer.udara masa didepan markas Satuan Rekonstruksi TNI AU ada yang COD an Tramadol??,” demikian tulis akun tersebut, dikutip Senin (16/3).
Dalam unggahan yang sama, akun tersebut menyatakan bahwa mereka sengaja tidak melemparkan petasan ke arah orang-orang yang dimaksud karena posisi mereka berada di dekat seorang pedagang es teh. Mereka mengaku khawatir tindakan tersebut justru mengenai orang yang tidak terkait.
“Tapi mohon maaf ini, kalau bapak masih membiarkan mereka, jangan salahkan kami, kami molotop itu warung,” pungkas @badanperwakilannetizen. (yas)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































