Detik-detik TNI AL Sikat Kapal BBM Ilegal di Surabaya, Negara Nyaris Rugi Miliaran

Jakarta, IDM – Prajurit TNI AL menyikat habis upaya penyelundupan BBM ilegal di perairan Surabaya. Sebuah kapal tanker pengangkut solar industri kedapatan berlayar "bodong" tanpa dokumen sah. Aksi sigap ini menyelamatkan uang negara dari potensi kerugian yang mencapai miliaran rupiah.
Keberhasilan ini bermula saat staf Intelijen Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V mengendus aktivitas mencurigakan kapal SPOB Kurnia Abadi 019. Kapal tersebut terpantau mondar-mandir di wilayah Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) pada Sabtu (14/3).
Merespons laporan tersebut, tim patroli KAL Katon langsung tancap gas melakukan pengejaran. Prajurit menerapkan prosedur pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan terhadap kapal yang dicurigai melanggar hukum.
Baca Juga: Dansatgas Pamtas Yonarhanud 2 Pastikan Prajurit Jaga Kelancaran Idulfitri di Wilayah Perbatasan
Kapal 'Bodong' Angkut 380 Kiloliter Solar
Saat petugas mencegat dan naik ke atas kapal di tengah laut, mereka menemukan fakta mengejutkan. Kapal berukuran 222 Gross Tonnage (GT) atau ukuran volume kapal tersebut, ternyata mengangkut BBM ilegal jenis High Speed Diesel (HSD) alias solar industri sebanyak 380 kiloliter.
Kecurigaan petugas terbukti benar. Kapal tersebut tidak mengantongi dokumen berlayar yang sah. Bahkan, kapal ini tidak memiliki perusahaan atau badan hukum resmi sebagai pemiliknya. Petugas langsung mengamankan nakhoda berinisial AD beserta enam orang anak buah kapal (ABK).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul dalam keterangannya menjelaskan, tindakan ini merupakan komitmen penuh TNI AL dalam menjaga kedaulatan ekonomi di laut.
"Keberhasilan ini merupakan wujud komitmen TNI AL dalam meningkatkan pengawasan serta penegakan hukum di wilayah perairan nasional," tulis Tunggul dalam keterangannya, Senin (16/3).
Baca Juga: Pangdivif 2 Kostrad Ingatkan Kesiapsiagaan Prajurit di Tengah Eskalasi Timur Tengah
Negara Nyaris Rugi Rp5,58 Miliar
Penangkapan kapal BBM ilegal ini bukan perkara sepele. Dari hasil pendataan sementara, muatan ratusan kiloliter solar tersebut memiliki nilai ekonomi yang sangat besar. Jika penyelundupan ini lolos, negara bakal menanggung kerugian yang sangat telak.
"Potensi kerugian negara yang berkaitan dengan muatan BBM tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp5,58 miliar," ungkap Tunggul menjelaskan dampak dari penyelewengan tersebut.
Kini, KAL Katon telah menggiring kapal SPOB Kurnia Abadi 019 menuju pangkalan di Surabaya. Kapal beserta muatannya akan menjalani pemeriksaan mendalam untuk membongkar siapa aktor di balik pengiriman bahan bakar gelap tersebut. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































