TNI AL Tegaskan KRI Nanggala-402 Aktif Latihan dan Operasi

Jakarta, IDM - TNI AL menegaskan KRI Nanggala-402 aktif melaksanakan latihan dan operasi. Latihan rutin disebut dilakukan seminggu 2 kali. Berdasarkan keterangan tertulis dari Dinas penerangan Angkatan Laut (Dispenal), sejak 2018 hingga saat ini saja, KRI Nanggala-402 tercatat telah melaksanakan operasi dan latihan. Beberapa di antaranya adalah:
- Latihan Operasi Komodo Jaya 18,
- Dukungan Latihan Passusla,
- Latihan Armada Jaya 19,
- Latihan Armada 20,
- Dukungan Peperangan Laut Khusus,
- Dukungan Latopslagab 20
- Operasi Komodo Jaya

"Serta latihan rutin secara internal yang dilaksanakan seminggu 2 kali," demikian tulis Dispenal, Selasa (27/4/2021). Keterangan masih aktifnya KRI Nanggala-402 juga disampaikan Komandan KRI Nanggala-402 ke 19 Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal. Sebelumnya, Yulius mengomandoi KRI Nanggala-402 selama 3 tahun. Menurut Yulius, dia juga pernah membawa berlayar KRI Nanggala-402 ke Natuna. Saat itu, peresmian Satuan TNI Terintegrasi dilakukan di Natuna.
Pernyataan TNI AL ini juga untuk menepis pemberitaan media asal Korea Selatan. Dalam pemberitaannya, KRI Nanggala-402 disebut tidak pernah latihan selama lebih-kurang 3 tahun. "Berkaitan dengan isi berita tersebut tidak sesuai dengan fakta kenyataan di mana sebenarnya selama 3 tahun terakhir kapal KRI Nanggala-402, termasuk kapal perang yang aktif melaksanakan latihan dan operasi," lanjut Dispenal. Seperti diketahui, KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam seusai latihan menembak torpedo di perairan utara Bali. 53 awak kapal selam itu pun juga dinyatakan gugur. (wan)
Hankam

KSAD Pimpin Pemakaman Militer Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memimpin upacara pemakaman militer Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz, prajurit Puspenerbad yang gugur saat menjalankan misi pemadaman Karhutla di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































