TNI AL Tangkap Dua Kapal Bermuatan 19 Ton Solar Bersubsidi di Kalteng

Jakarta, IDM - Satgas Intel Dispamsanal–Mandau L22 bekerjasama dengan Lanal Banjarmasin, menangkap dua kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) ilegal bermuatan 97 drum (kurang lebih 19 ton) solar bersubsidi, di Sungai Kahayan, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (11/8).
Dikutip dari keterangan resmi Dispenal, Jumat (12/8), kedua kapal angkut BBM ilegal itu adalah KM Berkat Hidayah Putri dengan nahkoda M Mansyur (28) serta dua ABK dan KM Berkat Usaha dengan nahkoda Khairi (40) bersama dua ABK. Mereka akan berlayar dari SPBB Hajjah Aisyah Huri menuju Desa Pujon, Kapuas.
Kesalahan awal kedua kapal tersebut adalah tidak adanya tanda selar, tidak memiliki DO dari Pertamina, dan kedua kapal tersebut bukan standar Pertamina untuk angkutan BBM serta tidak memiliki izin trasportir. Saat ini, kedua kapal dilegokan dan nakoda dalam pemeriksaan untuk pendalaman lanjutan oleh Lanal Banjarmasin.
Dugaan sementara, BBM subsidi jenis HSD diperjualbelikan di atas ketentuan dan dikirim ke lokasi penambangan liar di wilayah Kecamatan Pujon, Kab. Kapuas Kalteng dengan sarana kapal kayu tanpa ijin resmi untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Kesigapan personel TNI AL dalam melakukan penangkapan penyelundupan BBM ilegal, tak erlepas dari perintah KSAL Laksamana TNI Yudo Margono yang berulang kali menegaskan seluruh unsur TNI AL melaksanakan pengamanan dan pengawasan terhadap segala bentuk pelanggaran di wilayah perairan Indonesia. (at)
Hankam

Ini Cara Kerja Radar Pertahanan Tentukan Posisi Sasaran
Sistem radar pertahanan udara mengandalkan tiga parameter utama—jarak (range), arah (azimuth), dan ketinggian (altitude)—untuk mendeteksi serta melacak posisi sasaran secara akurat dalam ruang tiga dimensi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































