TNI AL Tanda Tangani Kontrak Rp1,1 Triliun

Jakarta, IDM - Tiga satuan kerja TNI AL, yakni Dinas Material Angkatan Laut (Dismatal), Dinas Material Senjata dan Elektronika Angkatan Laut (Dissenlekal) serta Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Disadal) menandatangani kontrak pengadaan barang dan jasa senilai Rp1,1 triliun.
Penandatanganan kontrak secara kolektif antara para pejabat pembuat komitmen satuan kerja TNI AL dengan para mitra penyedia barang dan jasa ini disaksikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, di Jakarta, Selasa (13/9).
Pengadaan barang dan jasa meliputi kontrak alutsista, sarana dan prasarana, dan perlengkapan personel. Masing-masing satuan kerja TNI AL yang melakukan penandatangan dipimpin Kadismatal Laksamana Pertama TNI Widiyantoro, Kadissenlekal Laksamana Pertama TNI Teguh Prasetyo, dan Kadisadal Laksamana Pertama TNI Maman Rohman.
Yudo mengatakan, berdasarkan pemerintah, anggaran 2022 mengalami beberapa perubahan, salah satu implikasinya adalah program kerja TNI AL tidak semuanya dapat dilaksanakan secara tahun tunggal (single year).
"Beberapa kegiatan harus dilaksanakan lebih dari satu tahun anggaran sehingga diselesaikan secara tahun jamak (multi years)," ungkap Yudo, dikutip dari keterangan Dispenal.
Penandatangan kontrak ini adalah wujud komitmen bersama TNI AL selaku kuasa pengguna anggaran, maupun para mitra sebagai pihak penyedia. Melalui penandatangan kontrak, ia berharap semua pihak dapat memperoleh kepastian, termasuk pengalokasian anggaran pada beberapa tahun berikutnya, sehingga program kegiatan tidak terputus di tengah jalan. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































