TNI AL Siapkan Satu KRI untuk Pemudik Motor jika Dibutuhkan

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, mengungkapkan TNI AL akan menyiapkan satu kapal perang (KRI) untuk mudik gratis, khusus pengendara sepeda motor.
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kecelakaan pengendara sepea motor yang melakukan perjalanan jauh saat mudik Idul Fitri 2023. Terlebih, jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor akan meningkat pascacovid.
"Pemudik motor di jalan sangat berbahaya. Mereka jalan jauh sambil bawa beban yang cukup berat untuk di kampung halaman dengan menggunakan motor," ujar Ali kepada para awak media di Kolinlamil, Kamis (6/4).
"Apabila melalui kapal, motor bisa dimasukkan ke tank deck. Aman. Bisa istirahat di kapal, jadi lebih santai. Risiko kecelakaan di jalan semakin kecil," imbuhnya.
Baca Juga: Persiapan Pesantren Kilat di Atas Kapal Perang TNI AL
Kendati demikian, Ali belum merinci KRI yang akan dikerahkan untuk membantu mudik gratis bagi pengendara motor. Pastinya, kata dia, TNI AL bakal menyiapkan satu kapal perang jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
"Satu dulu, itu juga kalau dibutuhkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tapi kita tetap menyiapkan," tandasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































