HANKAM

TNI AL Seleksi Prajurit Ahli Navigasi hingga Penerbangan untuk Kapal Induk Garibaldi

Kapal induk Giuseppe Garibaldi.
Kapal induk Giuseppe Garibaldi. (Foto: Dok. seaforces.org

Jakarta, IDM – TNI AL mulai menyeleksi prajurit pilihan untuk mengawaki calon kapal induk pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi. Personel yang terpilih wajib menguasai kompetensi tinggi, mulai dari ahli navigasi hingga spesialis penerbangan.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul, menekankan seleksi khusus ini menjadi syarat mutlak karena kompleksitas sistem kapal induk. Personel memerlukan keahlian teknis spesifik untuk mengoperasikan sistem persenjataan serta operasional penerbangan di atas dek kapal.

"Sudah tentu TNI AL melakukan seleksi khusus dengan kriteria kompetensi tinggi untuk prajurit yang akan mengawaki kapal ini," ungkap Tunggul kepada Indonesia Defense Magazine, Jakarta, Selasa (10/3).

Baca Juga: Dalam Waktu Dekat, 100 Prajurit TNI AL Bakal Berguru Kapal Induk Garibaldi ke Italia

Langkah ini diambil mengingat Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk yang memiliki sistem navigasi dan operasional yang berbeda dengan kapal perang (KRI) pada umumnya.

Butuh 500 Pelaut Berkualifikasi Tinggi

Sebelumna, Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksda Yayan Sofiyan menjelaskan, setidaknya butuh 500 pelaut untuk mengawaki kapal induk seberat 13 ribu ton tersebut. Ia menegaskan, penguasaan teknologi menjadi kunci utama.

"Personelnya itu ada sekitar 500 pelaut yang harus mengawaki. Dari mulai sekarang sampai level perwiranya harus memiliki kompetensi-kompetensi khusus sebagai pengawak kapal induk," ujar Yayan dalam diskusi secara daring di Jakarta.

Yayan menambahkan, kriteria tinggi ini berlaku terutama bagi jajaran perwira. Para pengawak harus siap menguasai teknologi aviasi serta sistem tempur yang terintegrasi, mengingat kapal ini berfungsi sebagai pangkalan udara terapung.

Baca Juga: Menyikapi Nasib Keluarga Ratusan Prajurit TNI AD yang Gugur dan Cacat

Fokus pada Teknologi Aviasi dan Drone

TNI AL memproyeksikan Giuseppe Garibaldi bukan sekadar alat angkut, melainkan pusat operasi udara yang kemungkinan besar mengusung teknologi wahana udara nirawak (drone). Oleh karena itu, kru inti harus memiliki kesiapan teknis yang matang.

"Kru inti itu 500 orang, itu belum termasuk kru untuk penerbangan, sistem aviation, dan sebagainya. Pentahapan ini sedang kita persiapkan dengan baik," ucap Yayan.

Saat ini, TNI AL terus mematangkan kesiapan SDM agar sesuai dengan target kedatangan kapal. Kehadiran kapal induk ini diharapkan menjadi lompatan besar bagi TNI AL menuju kekuatan Blue Water Navy, yakni yakni angkatan laut yang dapat beroperasi lintas samudra dan secara global. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.