Dalam Waktu Dekat, 100 Prajurit TNI AL Bakal Berguru Kapal Induk Garibaldi ke Italia

Jakarta, IDM – Rencana akuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi memasuki babak baru. TNI AL segera mengirimkan ratusan prajurit pilihan ke Italia untuk menjemput kapal tersebut sekaligus mempelajari operasional pangkalan udara terapung tersebut.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul membenarkan rencana pengiriman personel ini sebagai persiapan teknis sebelum kapal buatan galangan Fincantieri itu resmi memperkuat armada nasional. Para prajurit akan menjalani pelatihan intensif di bawah supervisi langsung Angkatan Laut Italia.
"Benar, TNI AL dalam waktu dekat akan mengirimkan sejumlah prajurit ke Italia untuk menjalani pelatihan intensif sebagai calon awak kapal induk Giuseppe Garibaldi," ujar Tunggul saat dihubungi Indonesia Defense Magazine di Jakarta, Selasa (10/3).
Baca Juga: Menyikapi Nasib Keluarga Ratusan Prajurit TNI AD yang Gugur dan Cacat
Sumber kami menyebutkan, keberangkatan gelombang pertama yang terdiri dari 100 prajurit pada Mei mendatang. Mereka akan menguasai sistem navigasi dan persenjataan mutakhir hingga prosedur penerbangan pesawat di atas geladak kapal.
Menimba Ilmu Selama Pelayaran
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menjelaskan proses penggodokan awak ini tidak hanya berlangsung di darat. Para prajurit terpilih akan langsung mempraktikkan keahlian mereka dalam pelayaran (sea trial) saat membawa kapal dari Italia menuju tanah air.
"Tahapan ini menjadi bagian dari proses pembinaan awak sebelum kapal resmi beroperasi di bawah TNI AL," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait, Jumat (27/2).
Baca Juga: Presiden Prabowo Puji TNI AD, Bangun Ratusan Jembatan hanya 2,5 Bulan
Pemerintah menjalankan kerja sama ini melalui skema Government to Government (G2G) antarpemerintah. Meski menerima status hibah, pemerintah Indonesia tetap mengalokasikan anggaran khusus untuk retrofit atau renovasi menyeluruh agar spesifikasi kapal sesuai dengan kebutuhan operasi TNI.
Target Sebelum HUT TNI 2026
Langkah "jemput bola" ini selaras dengan ambisi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali. Ia menargetkan kapal induk ringan tersebut sudah bersandar di dermaga Indonesia sebelum peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026.
"Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI," ujar Ali dalam sebuah kesempatan di Jakarta, pertengahan Februari lalu.
Sebagai bentuk persiapan, delegasi TNI AL yang dipimpin Asisten Operasi (Asops) KSAL Laksda Yayan Sofiyan sempat mengunjungi Thailand untuk meninjau kapal induk HTMS Chakri Naruebet. Kunjungan itu bertujuan mempelajari tantangan operasional dan tata kelola kapal induk dari mitra strategis di kawasan Asean.
Baca Juga: Wakasau Beri Arahan kepada Siswa KKRI Calon Penerbang TNI AU, Tekankan Kesiapan Diri dan Disiplin
Lompatan Menuju Blue Water Navy
TNI AL memproyeksikan kapal dengan bobot 13 ribu ton ini sebagai instrumen diplomasi maritim dan pendukung misi kemanusiaan. Selain berfungsi sebagai markas wahana udara nirawak (drone), akuisisi Garibaldi menjadi kunci transformasi TNI AL menuju kekuatan Blue Water Navy yang mampu beroperasi lintas samudra secara global.
Saat ini, TNI AL juga sedang memetakan pangkalan hingga pelabuhan sipil untuk mendukung kebutuhan logistik bagi kapal induk Giuseppe Garibaldi. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































