Menyikapi Nasib Keluarga Ratusan Prajurit TNI AD yang Gugur dan Cacat

Jakarta, IDM – Pagi itu, Rabu (4/3), suasana haru menyelimuti Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad). Ada puluhan ahli waris dari prajurit yang gugur maupun cacat berkumpul, mereka datang mewakili ratusan ahli waris lainnya.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak langsung menyapa satu persatu para ahli waris, dengan empati mendalam, ia menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit merupakan kebanggaan bangsa dan tidak akan pernah dilupakan oleh institusi.
Baca Juga: Presiden Prabowo Puji TNI AD, Bangun Ratusan Jembatan hanya 2,5 Bulan
"Bukan maksud kami mengingatkan kedukaan bapak dan ibu maupun anak-anak, tapi saya ingin bapak ibu dan anak-anak sekalian harus berbangga bahwa orang tua anda semua itu adalah pengabdi bangsa yang sudah memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,“ kata Maruli saat itu.

TNI AD sendiri kata Maruli memastikan seluruh keluarga prajurit yang gugur dan cacat dalam tugas akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar TNI AD. Ia menekankan bahwa meskipun suami atau ayah mereka telah gugur, ikatan kekeluargaan dengan TNI AD tidak pernah terputus.

"Pesan ini menjadi penguat moral bahwa para ahli waris tidak berjalan sendiri. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa berbanggalah suami ibu, bapak dari anak-anak berkorban untuk negara dan bangsa, dan kami menghargai hal tersebut. Ada sedikit saat ini yang bisa kami lakukan, mudah-mudahan bermanfaat bagi ibu-ibu beserta anak-anak," kata Maruli.
Baca Juga: Wakasau Beri Arahan kepada Siswa KKRI Calon Penerbang TNI AU, Tekankan Kesiapan Diri dan Disiplin
Sebagai bentuk perhatian, TNI AD menyerahkan bantuan rumah non dinas tahap II kepada 106 ahli waris prajurit gugur serta prajurit penyandang cacat tingkat II dan III Golongan C akibat tugas operasi maupun latihan.
Program bantuan rumah ini merupakan kerja sama TNI AD dengan Badan Pengelola Tabungan Wajib Perumahan (BP TWP), diperuntukkan bagi keluarga prajurit gugur dan prajurit cacat terhitung sejak tahun 2000 hingga 2025. Bantuan tersebut diharapkan memberikan rasa aman dan kepastian tempat tinggal bagi para penerima. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































