TNI AL Sambangi Denmark-Belanda, Cek Teknologi Drone hingga Robot Bawah Laut

Jakarta, IDM – Jajaran petinggi TNI AL bertolak ke Eropa untuk berburu teknologi pemetaan bawah air terbaru. Komandan Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) Laksdya Budi Purwanto memimpin langsung perburuan piranti canggih ini ke Denmark dan Belanda.
Ada dua markas besar produsen teknologi maritim global yang disasar, yakni Teledyne Marine di Denmark dan Teledyne Caris di Amsterdam, Belanda. Langkah ini bertujuan untuk memodernisasi alat deteksi bawah laut Indonesia agar sejajar dengan standar militer dunia.
Baca Juga: Teluk Jakarta jadi Lokasi Uji Coba Sistem Peta Laut Terbaru TNI AL September Ini
Selama sepekan di Eropa, jenderal bintang tiga ini mengecek langsung proses perakitan berbagai robot selam tanpa awak. Beberapa yang menjadi sorotan utama adalah drone bawah air (Autonomous Underwater Vehicle) seri Gavia dan SeaRaptor, serta robot penyelam (glider) tipe Slocum G3 yang mampu bergerak otomatis di kedalaman samudra.
Delegasi TNI AL juga melihat simulasi alat di kolam uji (test tank). Di sana, manajemen Teledyne Marine yang dipimpin Ole Soe-Pedersen memamerkan performa alat gema suara multisaluran (multibeam echosounder) dalam memetakan dasar laut secara presisi.
Budi menegaskan, Pushidrosal harus terus bergerak dinamis mengikuti lompatan teknologi dunia demi menjawab tantangan pemetaan modern.
"Perkembangan teknologi survei dan pemetaan kelautan saat ini menuntut adanya transformasi yang berkelanjutan agar Pushidrosal mampu menjawab tantangan kebutuhan baik pengadaan peralatan dan pengembangan teknologi survei di masa mendatang," ujar Budi, dikutip dari keterangan Dispen Pushidrosal, Jakarta, Selasa (2/6).
Pengecekan teknologi robotik di Eropa ini berhubungan erat dengan proyek besar TNI AL yang tengah bersiap memindahkan seluruh data navigasi kapal ke standar internasional terbaru, IHO S-100.
Baca Juga: Pushidrosal Jajaki Migrasi Data Navigasi ke Standar Dunia Baru, Ini Tujuannya
Usai kunjungan ini, Pushidrosal menjadwalkan uji coba nyata di lapangan. TNI AL bakal mengundang pihak pengembang untuk melakukan demonstrasi teknis sekaligus menguji coba sistem baru tersebut di perairan Teluk Jakarta pada awal September 2026 mendatang.
"Pushidrosal perlu mengundang Teledyne Caris untuk melaksanakan trial dan demonstrasi teknis di lingkungan Pushidrosal, termasuk dukungan pada pelaksanaan uji coba S-101 di Teluk Jakarta yang direncanakan pada awal September 2026," ungkap Budi.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































