HANKAM

TNI AL Punya Simulator Baru, Prajurit Dilatih Hadapi Bahaya Nuklir hingga Badai

gedung damage control simulator
Penampakan gedung damage control simulator di Kolat Koarmada I, Jakarta, yang baru diresmikan KSAL Laksamana Muhammad Ali, Kamis (29/1). Fasilitas ini menjadi pusat pelatihan canggih bagi prajurit TNI AL untuk simulasi penyelamatan kapal dalam kondisi darurat. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali baru saja meresmikan fasilitas simulasi penyelamatan kapal atau damage control simulator di Jakarta, Kamis (29/1). Lewat fasilitas ini, prajurit TNI AL bakal digembleng menghadapi skenario terburuk di tengah laut.

​Gedung simulator yang berada di Komando Latihan Koarmada I ini dirancang menyerupai interior kapal asli. Ali menyebut fasilitas ini menjadi kawah candradimuka agar prajurit TNI AL tidak gagap saat menghadapi situasi darurat.

Baca Juga: Polisi yang Ditabrak Truk Tentara Dapat Santunan Rumah dan Pendidikan dari TNI AD

​"Simulator latihan ini sangat diperlukan agar setiap prajurit paham dan mampu mengatasi persoalan yang dihadapi saat bertugas di lapangan," ujar Ali, dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (30/1).

​Ali menjelaskan, risiko bekerja di kapal perang (KRI) kini makin kompleks. Ancaman tidak hanya datang dari musuh, tapi juga kerusakan teknis alutsista serta hantaman cuaca ekstrem yang sulit ditebak.

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali didampingi Wakil KSAL Laksamana Madya Erwin S. Aldedharma saat meninjau langsung ruang kontrol simulator. Di sini, kesiapan teknis dan mental prajurit dipantau secara ketat dalam menghadapi berbagai skenario bahaya di laut. (Foto: Dok. Dispenal)

​Di dalam ruangan simulator ini, para prajurit bakal diuji kemampuannya menjinakkan api, menyumbat kebocoran lambung, hingga prosedur menghadapi bahaya nuklir, biologi, dan kimia (nubika). Semuanya disimulasikan dengan kondisi yang sangat mirip dengan kejadian nyata.

Baca Juga: Wakil Panglima TNI Tinjau Progres Satgas Kuala di Aceh Tamiang, Pastikan Akses Perahu Nelayan Lancar

​"Pembangunan fasilitas ini bukti nyata komitmen TNI AL untuk meningkatkan keselamatan personel dan material demi mewujudkan TNI AL yang profesional dan tangguh," tegasnya.

​Fasilitas ini merupakan yang kedua dibangun TNI AL setelah sebelumnya mendirikan simulator serupa di Surabaya, Jawa Timur, pada 2024. Usai menandatangani prasasti, Ali sempat meninjau langsung para prajurit yang sedang berjibaku menahan derasnya air dalam demonstrasi latihan penanggulangan bocor kapal. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.