TNI AL Prioritaskan Pembangunan Kapal Patroli untuk Ditempatkan di Indonesia Timur

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan TNI AL tengah menunggu pembangunan dua hingga tiga kapal patroli untuk diprioritaskan di wilayah timur Indonesia.
"Untuk pengadaan dari anggaran rutin TNI AL, kita akan membangun kapal lagi, tepatnya sekitar 2-3 kapal. Sedangkan untuk Patkamla ada beberapa yang akan dibangun," ungkap Ali, dikutip dari keterangan Dispenal, Kamis (21/12).
Ali mengatakan, pembangunan kapal-kapal tersebut dibangun pada galalangan kapal dalam negeri. Hal ini sesuai dengan perintah presiden untuk mengembangkan industri pertahanan dan perkapalan dalam negeri.
Baca Juga: KSAL Resmikan Kapal Patroli Cepat KRI Marlin-877 dan Special Mission Combat Boat
"Kapal-kapal tersebut akan dibangun pada galangan kapal berbagai wilayah di Indonesia seperti di Batam, Lampung dan beberapa wilayah di Pulau Jawa," kata Ali.
Selain itu, ia menjelaskan prioritas penempatan kapal-kapal patroli di wilayah timur Indonesia, dikarenakan sampai saat ini pemenuhan akan kapal patroli di wilayah Koarmada III masih kurang.
"Terutama dihadapkan dengan luasnya wilayah operasi dan ancaman potensial, seperti permasalah wilayah perbatasan, penyelundupan, illegal fishing, narkotika," jelasnya.
Saat ini TNI AL telah banyak menggunakan kapal baik itu KRI, Patkamla atau Special Mission Combat Boat, Kapal Angkatan Laut (KAL) dan Harbour Tug buatan galangan kapal dalam negeri.
Baca Juga: Marsdya TNI Andyawan Martono, Penerbang Tempur F-16 yang Resmi Jadi Wakil KSAU
"Seperti KRI Marlin-877 yang bisa mencapai kecepatan maksimal 28 knot dari kecepatan standar 24 knot dan berbagai keunggulan lainnya," papar Ali.
"Sedangkan Patkamla Jefman memiliki memiliki Armour Protection Standard STANAG level 2, mampu beroperasi di medan pesisir laut, alur sungai dan daerah rawa," tambahnya.
Selain itu, dengan kecepatan maksimal 47 knots dan kelincahan yang dimiliki Patkamla atau Special Mission Combat Boat tersebut mampu memenuhi berbagai misi operasi baik infiltrasi, eksfiltrasi maupun misi SAR sangat baik. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































