HANKAM

TNI AL Pamer Canggihnya Robot Bawah Laut KRI Canopus di Teluk Jakarta

Komandan Pushidrosal Laksdya Budi Purwanto
Komandan Pushidrosal Laksdya Budi Purwanto mendampingi jajaran pejabat tinggi negara meninjau wahana pemetaan laut tanpa awak (ASV) di atas geladak KRI Canopus-936, Teluk Jakarta, Rabu (12/8). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) memamerkan deretan peralatan pemetaan laut modern di atas kapal survei KRI Canopus-936. Unjuk kemampuan teknologi maritim ini berlangsung saat kapal tersebut berlayar mengarungi perairan Teluk Jakarta, Rabu (12/8).

Pushidrosal mendemonstrasikan sejumlah peralatan canggih, mulai dari robot bawah laut nirawak (Autonomous Underwater Vehicle/AUV) hingga wahana permukaan tanpa awak (Autonomous Surface Vessel/ASV).

Kapal survei ini juga mengoperasikan sonar pemindai samping (Side Scan Sonar) dan instrumen pemindai lapisan tanah bawah laut (Sub Bottom Profiler) untuk memetakan kontur serta mendeteksi objek di kedalaman air.

Baca Juga: Mantan Panglima TNI Sebut Sistem Pertahanan Indonesia Tetap Relevan di Tengah Dinamika Global

Selama pelayaran, tim Pushidrosal memeragakan teknik pengukuran arus dan gelombang laut secara langsung. Personel juga melakukan pemeriksaan keberadaan jaringan pipa serta kabel bawah laut Teluk Jakarta yang menjadi jalur infrastruktur strategis nasional.

Di tengah aksi uji coba instrumen laut tersebut, Komandan Pushidrosal Laksdya Budi Purwanto menyematkan brevet kehormatan hidro-oseanografi kepada sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya Edwin dan Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi.

Budi menegaskan, penganugerahan brevet tersebut bukan sekadar agenda seremonial di atas kapal perang.

Baca Juga: Wakasal hingga Pangkormar Terima Brevet Hidro-Oseanografi di KRI Canopus

"Penyematan brevet kehormatan ini sebagai bentuk penghargaan sekaligus simbol apresiasi atas perhatian, dukungan, dan komitmen terhadap pengembangan kemampuan hidro-oseanografi nasional," kata Budi, dikutip dari keterangan Dispen Pushidrosal, Kamis (13/8).

Budi menambahkan, penganugerahan ini sekaligus merefleksikan kedekatan dan sinergi antara Pushidrosal dengan para pemangku kepentingan strategis dalam mendukung tugas TNI AL serta kepentingan nasional di bidang hidro-oseanografi.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.