TEKNOLOGI

TNI AL Miliki Dua Kapal Penyapu Ranjau dari Jerman, Ini Spesifikasinya

Muhammad Ali
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali memimpin acara delivery dua unit MCMV kapal penyapu ranjau milik Angkatan Laut Indonesia di Bremen, Jerman. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM - TNI AL resmi memiliki dua unit kapal penyapu ranjau berjenis Mine Counter Meassure Vessel (MCMV), yakni KRI Pulau Fani-737 dan KRI Pulau Fanildo-372.

Dikutip dari keterangan Dispenal, Senin (29/5), kedua kapal tersebut diresmikan setelah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, memimpin acara delivery di Abeking & Resmussen, Lamwerder-Bremen, Jerman, Jumat (26/5).

Tujuan dari pengadaan kedua KRI tersebut tak lepas karena masih banyaknya potensi bahaya ranjau laut peninggalan perang dunia II di perairan Indonesia. Selain itu, juga karena dinamisnya perkembangan teknologi persenjataan ranjau saat ini.

Baca Juga: Angkatan Laut Turki Luncurkan Kapal Selam AIP Kelas Reis Kedua

KRI Pulau Fani-737 dan Pulau Fanildo-372 mempunyai beberapa kecanggihan karena dilengkapi dengan teknologi peperangan ranjau modern dibandingkan kapal buru ranjau yang ada saat ini.

kapal penyapu ranjau
Indonesia menerima dua kapal penyapu ranjau dari Galangan Abeking & Resmussen. (Foto: Dok. Dispenal)

Kedua kapal menggunakan bahan baja non-magnetik serta memiliki degaussing system dan dilengkapi penggerak motor elektrik untuk mengurangi kemagnetan kapal serta tingkat kebisingan.

Memiliki dimensi lebih besar dengan panjang 61,4 meter dan lebar 11,1 meter, kedua kapal juga didukung peralatan sonar terbaru yang mampu mendeteksi dan mengklasifikasi kontak bawah air serta memiliki Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk mengidentifikasi dan menetralisir ranjau.

Baca Juga: Havelsan Turki Akan Lengkapi Fregat “Merah Putih” Arrowhead dengan Advent CMS

Keduanya juga dilengkapi Autonomous Underwater Vehicle (AUV) untuk membantu mendeteksi dan mengklasifikasi kontak bawah air dan Unmanned Surface Vessel (USV), yakni kapal tanpa awak untuk pemburuan dan penyapuan ranjau.

Untuk kesiapan pengawak kedua KRI ini, TNI AL bahkan juga telah menyiapkan personel melalui pendidikan dan pelatihan sebagai pengawak KRI untuk mengikuti pelatihan selama 39 hari bertempat di Jerman. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.