TNI AL Matangkan Kesiapan Seacat 2025, Latihan Bareng AS dan Singapura

Jakarta, IDM – TNI AL mematangkan kesiapan menghadapi latihan bersama Southeast Asia Cooperation and Training (Seacat) 2025.
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda Fauzi menerima paparan rencana garis besar latihan Seacat 2025 dari Komandan KRI Halasan-630 Letkol Laut (P) Dwi Danang Suharnowo, di Jakarta, Jumat (15/8).
"Latihan multilateral ini akan digelar di Singapura, berlangsung pada 5 sampai 21 September 2025," ujar Dwi dalam paparannya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada I, Sabtu (16/8).
Baca Juga: Sjafrie Sjamsoeddin dan Peran Strategis dalam Diplomasi Pertahanan
Pada tahun ini, latihan multilateral yang digagas oleh Angkatan Laut AS (US Navy) melibatkan sejumlah negara peserta yang terdiri dari kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya, seperti Singapura, Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Vietnam, Timor Leste, Bangladesh, Sri Lanka, dan Maladewa.
"Beberapa kegiatan yang dijadwalkan selama latihan, atara lain fase laut (sea phase), forum para pimpinan senior, serta dua workshop seputar pusat operasi hingga intelijen, pengawasan dan pengintaian (ISR)" jelas Dwi.
Seacat merupakan latihan multilateral tahunan yang digagas sejak 2002 oleh Angkatan Laut AS bersama negara-negara Asia Tenggara. Latihan ini awalnya fokus pada operasi keamanan laut, termasuk penanggulangan pembajakan dan penyelundupan. Seiring perkembangan, Seacat menjadi ajang kerja sama regional dalam menghadapi berbagai tantangan maritim.
Baca Juga: KRI Bung Tomo Tiba di Malaysia, Awali Partisipasi Latihan Multilateral Angkatan Laut Asean
TNI AL sendiri sudah rutin terlibat dalam Seacat sejak edisi perdana. Kehadiran Indonesia dianggap penting karena letak geografisnya yang strategis di jalur pelayaran internasional.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat kerja sama antara Indonesia, AS, dan negara kawasan Asia Tenggara serta meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL, US Navy, dan unsur keamanan maritim negara di kawasan Asia Tenggara dalam menjaga keamanan wilayah perairan," kata Dwi. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































