HANKAM

TNI AL Luncurkan Dua Kapal Tunda Baru untuk Koarmada III, Produksi Dalam Negeri

Ahmadi Heri Purwono
Wakil KSAL Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono memimpin peluncuran dua tug boat baru untuk Koarmada III di dermaga PT Noahtu Shipyard, Tanjung Priok, Jakarta. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM - TNI AL kembali meluncurkan tug boat atau kapal tunda produksi dalam negeri sebanyak dua buah untuk ditempatkan di Komando Armada (Koarmada) III.

Peluncuran dua kapal tunda bernama TD Umsini dan TD Irau tersebut dipimpin oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakil KSAL) Laksamana Madya Ahmadi Heri Purwono di dermaga PT Noahtu Shipyard, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/8).

Heri mengungkapkan, penambahan tug boat ini bertujuan memperkuat pangkalan di tiga armada yang dimiliki oleh TNI AL, salah satunya di wilayah Sorong, Papua Barat Daya.

Baca Juga: KSAD Minta Prajuritnya Waspada Menyusul Rencana Wapres Berkantor di Papua

Terlebih, saat ini pembangunan untuk penambahan KRI, seperti kapal jenis angkut tank hingga bantu rumah sakit dan patroli semakin banyak sehingga kebutuhan pengadaan tug boat krusial untuk membantu kapal-kapal tersebut sandar.

"Kapal-kapal kita semakin besar (jumlahnya). Kalau sandar sendiri di daerah-daerah rawan angin dan arus, untuk mempercepat itu, dibutuhkan tug boat," kata Heri.

Koarmada III
(IDM/Faisal Ramadhan)

Ia mengungkapkan, dua tug boat yang dibangun galangan PT Noahtu Shipyard ini berlangsung selama sembilan bulan dan menghabiskan anggaran sekitar Rp167 miliar, pun hampir seluruh komponen pembuatannya berasal dari dalam negeri.

"Dua kapal ini dibuat dari kandungan dalam negeri semua, kecuali mesin karena kita belum bisa. Saya kira yang belum (masih impor), alat-alat berupa komputer dan mesin dari Jepang," ungkap Heri.

Baca Juga: Jelang Latma Garuda Shield 2023, Prajurit Yonif Raider 515 Kostrad Ikuti Penataran Menembak Javelin

TD Umsini dan TD Irau mampu mendorong kapal dengan berat 5.000 ton. Kedua tug boat yang memiliki panjang 30 meter, lebar 12 meter, dan tinggi 5,10 meter ini mampu melaju hingga 12 knot dengan endurance sampai lima hari.

Kapal yang mampu mengakomodasi 10 personel ini juga memiliki kemampuan Bollard Pull 35 ton, pemindahan kapal dan escorting services menggunakan winch di haluan dan buritan, dilengkapi sistem propulsi Azimuth Stern Drive sehingga kapal dapat bermanuver 360 derajat di tempat.

Kedua tug boat ini juga dapat berfungsi sebagai kapal search and rescue (SAR) karena dilengkapi External Fire Fighting System dengan Independent Engine Drive kapasitas 640 m3 per jam yang mampu menjangkau 90 meter untuk penanggulangan kebakaran di laut dan pelabuhan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.