TNI AL Kirim Tim Survey, Relokasi Pembangunan Guskamla

Jalesveva Jayamahe
Jakarta, IDM - TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengirimkan Tim Survey Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Komando Armada I untuk melihat secara langsung rencana relokasi pembangunan Guskamla I di Kota Sabang, 31 Januari 2022.
Tim yang dipimpin oleh Kepala Staf (KS) Guskamla I Kolonel Laut (P) Rizaldi, menggunakan KRI Teuku Umar-385 yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Nyoman Gede Pradnyana, Senin (31/01) tiba di Dermaga Lanal Sabang, Jalan Malahayati, Gampong Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang.

Tim Merflug Lanal Sabang dipimpin langsung oleh Komandan Lanal Sabang Kolonel Laut (P) Ardhi Sunaryo, S.T., M.M., menyambut kedatangan KRI Teuku Umar-385 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, dimana Tim Kesehatan Rumkital J. Lilipory Sabang melaksanakan pengecekan suhu tubuh dan memberikan hand sanitizer kepada seluruh ABK dalam rangka prokes pencegahan penularan virus Covid-19.
Kegiatan ini sejalan dengan Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono dalam pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana TNI AL.
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































