HANKAM

TNI AL Kerahkan 2 Kapal Perang Jaga Laut Timur

Prajurit TNI AL
Sejumlah pejabat dan personel Kodaeral IX melakukan penghormatan saat prosesi pelepasan (merplug) KRI Hampala-880 di dermaga Ksatriaan Tawiri, Ambon, Senin (19/1). Kapal perang ini bertolak untuk melaksanakan Operasi Siaga Purla 2026 di wilayah timur Indonesia. (Foto: Dok. Kodaeral IX)

Jakarta, IDM – TNI AL memperketat pengamanan di wilayah perairan timur Indonesia. Dua kapal perang Republik Indonesia (KRI) jenis kapal patroli cepat resmi dikerahkan dari Ambon, Maluku, untuk melaksanakan misi operasi keamanan laut.

Dua armada yang diterjunkan tersebut adalah KRI Hampala-880 dan KRI Gulamah-869. Keduanya bertolak dari dermaga Ksatriaan Tawiri, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX, Ambon, Senin (19/1).

Kedua KRI ini dikenal sebagai kapal perang jenis patroli cepat 40 meter (PC-40). Sebagai kapal patroli, keduanya memiliki kemampuan manuver yang tinggi dan kecepatan yang mumpuni untuk mengejar serta menindak pelanggaran hukum di laut, sangat cocok untuk karakteristik perairan kepulauan di wilayah timur.

Baca Juga: Tahun Ini TNI AD akan Bangun 10-15 Jembatan per Bulan

Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda Hanarko Djodi Pamungkas, menjelaskan pengerahan dua kapal cepat ini merupakan bagian dari Operasi Siaga Purla 2026. Operasi ini berada di bawah kendali Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada III.

Hanarko menegaskan, pergerakan dua KRI ini adalah langkah strategis untuk menjamin stabilitas di jalur pelayaran vital.

Prajurit TNI AL
Prajurit TNI AL melepas tali tambat KRI Gulamah-869 sesaat sebelum meninggalkan dermaga Ksatriaan Tawiri, Ambon, Senin (19/1). Bersama KRI Hampala-880, kapal cepat ini dikerahkan untuk memperketat pengamanan alur laut di bawah kendali Guspurla Koarmada III. (Foto: Dok. Kodaeral IX)

"Pelaksanaan Operasi Siaga Purla ini merupakan salah satu komitmen TNI AL dalam menjaga keamanan laut Indonesia," ujar Hanarko dikutip dari keterangan Penerangan Kodweral IX, Selasa (20/1).

Menurut Hanarko, kehadiran unsur patroli di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna laut, baik kapal niaga maupun nelayan.

Baca Juga: TNI AD Terjunkan Alutsista Modern Evakuasi Pesawat ATR 42-500

"Ini demi terciptanya alur laut yang aman bagi semua pengguna lalu lintas laut," tegasnya.

Dalam operasi ini, KRI Hampala-880 dikomandani oleh Letkol Laut (P) Dedi Hermawan. Kapal ini juga membawa sejumlah perwira staf operasi, termasuk asisten intelijen dan perwira pembantu hukum laut dari Guspurla Koarmada III yang turut serta on board.

Sementara itu, KRI Gulamah-869 bergerak di bawah komando Mayor Laut (P) Rian Prasetian. Kedua kapal tersebut kini telah meninggalkan pangkalan untuk menyisir sektor operasi yang telah ditentukan di wilayah kerja Koarmada III. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.