TNI AL memperketat pengamanan di wilayah perairan Maluku untuk mengantisipasi celah kerawanan menyusul banyaknya jalur laut terbuka yang berpotensi menjadi pintu masuk ilegal warga negara asing (WNA).
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX meningkatkan kewaspadaan terhadap celah keamanan di perairan Indonesia Timur yang rawan menjadi perlintasan ilegal. Pasukan berlambang jangkar ini mensinyalir kuat, penyelundup kerap mengeksploitasi pelabuhan rakyat dan jalur laut sunyi untuk memperdagangkan spesies endemik ke luar negeri.
Bank Indonesia (BI) kembali melaksanakan program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 dengan menggandeng TNI Angkatan Laut, khususnya Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX, untuk mendistribusikan uang rupiah ke daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di Provinsi Maluku.
TNI AL mengerahkan tiga kapal perangnya dari Kota Ambon, Maluku. Ketiga armada tempur tersebut berlayar serentak untuk menjalankan misi operasi pengamanan di wilayah perairan timur Indonesia.
TNI AL memperketat pengamanan di wilayah perairan timur Indonesia. Dua kapal perang Republik Indonesia (KRI) jenis kapal patroli cepat resmi dikerahkan dari Ambon, Maluku, untuk melaksanakan misi operasi keamanan laut.