3 Kapal Perang TNI AL Angkat Jangkar dari Ambon Amankan Timur RI

Jakarta, IDM – TNI AL mengerahkan tiga kapal perangnya dari Kota Ambon, Maluku. Ketiga armada tempur tersebut berlayar serentak untuk menjalankan misi operasi pengamanan di wilayah perairan timur Indonesia.
Ketiga kapal perang ini bertolak dari dermaga Ksatriaan Tawiri, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX, Minggu (8/3). Komando Armada (Koarmada) III menugaskan KRI Panah-626, KRI Teluk Bintuni-520, dan KRI Teluk Lada-521 untuk mengawal keamanan sekaligus mendukung kelancaran logistik militer.
Dari ketiga kapal perang tersebut, Letkol Laut (P) Yudha Himawan memimpin langsung pergerakan KRI Panah-626. Kapal ini masuk dalam kelas Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter yang punya kelincahan tinggi untuk menyergap ancaman musuh.
Baca Juga: HMAS Cape Solander: Kapal Penjaga Perbatasan Australia yang Mampir di Cilacap
KRI Teluk Bintuni-520 menyusul di belakangnya di bawah komando Letkol Laut (P) Budi Utomo. Kapal jenis pendarat tank atau Landing Ship Tank (LST) ini sanggup mengangkut hingga 10 unit tank tempur kelas berat Leopard.

Sementara KRI Teluk Lada-521 kemudian melengkapi formasi tempur tersebut di bawah kendali Letkol Laut (P) Henri Wansen Naibaho. Kapal LST ini punya kemampuan mengangkut ratusan prajurit dan 15 unit tank amfibi BMP 3F.

Sebelumnya, jajaran pejabat Kodaeral IX melepas keberangkatan tiga kapal perang tersebut lewat tradisi Merflug sebagai upacara penghormatan dari pangkalan kapal perang.
Baca Juga: TNI AD Bantah Isu Tabrak Lari Ojol, Minta Masyarakat Patuhi UU Lalu Lintas
Kodaeral IX menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung operasi militer ini. Mereka menyebut kelancaran persiapan operasi membuktikan tingginya profesionalisme prajurit matra laut.
"Kegiatan ini merepresentasikan secara nyata profesionalisme prajurit Jalasena dalam menjaga kedaulatan perairan nasional," tulis keterangan Dispen Kodaeral IX, dikutip Senin (9/3).
"Kodaeral IX siap memberikan dukungan penuh baik fasilitas pangkalan, logistik, maupun personel guna menyukseskan setiap misi operasional," pungkas pernyataan tersebut. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































