TNI AL mengerahkan tiga kapal perangnya dari Kota Ambon, Maluku. Ketiga armada tempur tersebut berlayar serentak untuk menjalankan misi operasi pengamanan di wilayah perairan timur Indonesia.
TNI AL mengerahkan dua kapal perang KRI Bung Hatta-370 dan KRI Panah-626 untuk mendukung pelaksanaan Latihan Integrasi TNI di perairan Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (20/11).
PT PAL Indonesia berhasil mengintegrasikan sistem sensor, weapon and command (Sewaco) di KRI Panah-626. Kapal cepat rudal (KCR) 60 M tersebut berhasil menembakan meriam kaliber 57 mm, 20 mm, dan senjata laras panjang SS-2.
KRI Panah-626 yang berada di bawah kendali operasi Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada III sukses menembakkan meriam dan senjata laras panjang di Laut Seram, Samudra Pasifik, Senin (19/5).
Dua unsur kapal perang (KRI) milik TNI AL, yaitu KRI Panah-626 dan KRI Bawal-875 melakukan latihan bersama di perairan Samudera Pasifik, Minggu (12/1).
Prajurit KRI Panah-626 berlatih kemampuan menembak perorangan di lapangan Batalyon Infanteri 734/Satria Nusa Samudra Kodam XV/Patimura, Kepulauan Tanimbar, Maluku, Selasa (29/10).
Kapal Cepat Rudal 60 meter KRI Panah-626 sukses melaksanakan Latihan Visit Board Search and Seizure (VBSS) dengan Tim Satkopaska Koarmada III di Perairan Sorong, Papua Barat Daya pada beberapa waktu lalu.
Sebanyak dua Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 generasi ke-5 dan ke-6 telah resmi dikerahkan untuk memperkuat dan mempertahankan kedaulatan maritim Indonesia di wilayah Koarmada III.
Kapal Cepat Rudal (KCR) 60m ke-6, yakni KRI Panah-626 berhasil melakukan uji pelayaran atau Sea Acceptance Test (SAT) dengan hasil optimal selama tiga hari yakni pada 11 Januari hingga 13 Januari 2023.