TNI AL Gelar Kursus Advance Nautical Operation Monitoring and Analysis Exercise

Jakarta, IDM - Kepala Pusat Komando dan Pengendalian TNI AL (Kapuskodal) Kolonel Laut (P) Tony Herdijanto, membuka kursus 'Advance Nautical Operation Monitoring and Analysis Exercise' bagi 20 personel angkatan laut dalam hal penguasaan aplikasi Spartan Puskodal, Mabesal, Jakarta, Senin (26/9).
Pada kursus tersebut, para personel tamtama, bintara maupun perwira di jajaran TNI AL fokus pada kemampuan pencarian kontak kapal asing yang diduga melakukan pelanggaran di laut. Hal ini diharapkan dapat digunakan sebagai feeding information bagi jajaran unsur KRI yang berpatroli di laut.
"Serta agar dapat turut memantau keamanan para pengguna laut lainnya di seluruh wilayah perairan Indonesia," ujar Tony, dikutip dari keterangan Dispenal, Selasa (27/9).
Ketua Pelaksana sekaligus Instruktur Kegiatan Letkol Laut (P) Ario Sasongko, mengatakan kegiatan ini adalah kelanjutan dari kursus Spartan, yakni para peserta akan lebih banyak praktek pencarian kontak kapal asing yang diduga melakukan tindak pelanggaran di laut dengan menggunakan aplikasi Spartan.
Dari kontak kapal asing, akan dinilai berdasarkan indikator tingginya risk scoring yang dimiliki kapal asing tersebut, lalu pendalaman menggunakan berbagai sarana bantu yang lainnya sehingga hasil anomali tersebut dapat menjadi pedoman kredibel bagi seluruh unsur KRI yang beroperasi di laut.
"Kemudian, tidak menjadikan keraguan bilamana unsur KRI akan melaksanakan aksi lanjutan peran pemeriksaan terhadap kapal yang melakukan tindakan anomali tersebut," kata Tony.
Pada kesempatan kursus, selain diajarkan pengetahuan tentang cara pendeteksian anomali kapal di laut, peserta juga diajarkan bagaimana prosedur serta mekanisme penyampaian berita yang dirangkum secara baik dan benar. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































