TNI AL Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 3 Miliar

Jakarta, IDM - Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanudal) Juanda Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo dan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) bekerja sama untuk menggagalkan penyelundupan benih lobster 30.911 ekor dan potensi kerugian negara mencapai Rp 3 miliar di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Kamis (12/5).
“Pengungkapan dan penangkapan ini merupakan informasi dari pengamatan intelijen perihal adanya pengiriman baby lobster dari Subaya ke Singapura, kamis lalu,” ucap Heru dikutip dari Dispenal, Kamis (19/5).
Heru menegaskan bahwa tersangka sudah tertangkap bersamaan dengan 41 kantong BBL di dalam tas ransel dan koper yang tidak dilengkapi dokumen resmi. Pasalnya, tersangka akan terbang dengan maskapai Scoot Air TR263 tujuan Surabaya-Singapura.
Selanjutnya, barang bukti akan diserahkan ke Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Surabaya I untuk ditindaklanjuti dan menunggu proses hukum yang sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Di samping itu, Heru memberikan Apresiasi dan peringatan bagi pihak-pihak yang nekat melakukan pelanggaran di wilayah kerja Lanudal Juanda.
“Lanudal Juanda bersama para petugas stakeholder tidak segan-segan untuk melaksanakan penindakan,” tutup Heru.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono juga memerintahkan kepada jajarannya bahwa TNI AL akan berkomitmen untuk menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yuridiksi nasional, termasuk bentuk penyelundupan dan tindakan-tindakan illegal.
Kegiatan pengiriman ilegal tersebut diduga melanggar pasal 102A Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 terkait Kepabeanan dengan ancaman pidana penjara 10 tahun dan denda minimal Rp 50.000.000,00, serta maksimal Rp 5.000.000.000,00. (BFM)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































