TNI AL dan Kapal Perang Inggris Gelar Passex di Laut Natuna Utara

Jakarta, IDM - KRI Usman Harun-359 melaksanakan Passing Exercise (Passex) dengan Kapal Perang Royal Navy HMS Spey (P234) di Laut Natuna Utara, Kamis (28/4).
Mengutip keterangan resmi Koarmada 1, Passing Exercise (Passex) merupakan latihan yang dilakukan oleh dua Angkatan Laut saat kapal perang salah satu negara melewati wilayah laut salah satu dari kedua negara tersebut.
Passex yang dilaksanakan terdiri dari beberapa serial latihan. Diawali dengan NavComeck lalu serial latihan Miscex. Kemudian dilanjutkan dengan serial latihan Surfex diikuti dengan manuver-manuver taktis yang dilakukan KRI Usman Harun 359 dan HMS Spey (P234).

Latihan diakhiri dengan Farewell Pass di mana kedua kapal melaksanakan Peran Parade dan saling melambaikan tangan.
Intensitas Passex TNI AL dengan kapal perang negara sahabat seperti ini dapat meningkatkan profesionalisme prajurit pengawak KRI dalam mengikuti perhelatan internasional seperti multilateral naval.
Latihan tersebut juga terlaksanakan dengan baik, dengan kehadiran Pesud TNI AL CN 235p yang juga sedang melaksanakan Patroli Udara Maritim BKO Guspurla Koarmada I di Laut Natuna Utara. (ADT)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































