HANKAM

TNI AL Bakal Punya Kapal Bantu Hidro-Oseanografi dari Jerman, Calon Awak Dibekali UNCLOS 1982

Calon pengawak KRI Canopus-936
Calon pengawak KRI Canopus-936 diberi pelatihan. (Foto: Dok. Pushidrosal)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Laut membekali 93 calon pengawak KRI Canopus-936 lewat program Pelatihan Kesatuan Persiapan Pengambilan Kapal (KPPK) di Lounge Harimau Komando Latihan (Kolat) Koarmada I, Jakarta, Selasa (16/9).

Diketahui, KRI Canopus-936 merupakan kapal jenis Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) dengan panjang 105 meter yang saat ini tengah dibangun dan disempurnakan di galangan Abeking & Rasmussen, Jerman.

Pelatihan KPPK dilaksanakan berdasarkan Sprin Kepala Staf TNI AL Nomor Sprin/1448/VII/2025 tanggal 18 Juli 2025 dan Sprin/1697/VIII/2025 tanggal 22 Agustus 2025.

Baca Juga: Korps Marinir Tambah 527 Prajurit Baru, Resmi Sandang Baret Ungu di Malang

Pelatihan yang berlangsung hingga 26 September mendatang ini resmi dibuka oleh Dankolat Koarmada I Kolonel Laut (P) Ranu Samiaji serta dihadiri undangan dari Kementerian Pertahanan, Markas Besar TNI AL, Koarmada RI, dan Pushidrosal.

Dankolat Koarmada Ranu Samiaji mengatakan, pelatihan KPPK bertujuan meningkatkan profesionalisme prajurit sekaligus kesiapsiagaan personel calon pengawak kapal BHO dalam melaksanakan tugas pokok.

“Materi latihan meliputi hukum laut internasional dan UNCLOS 1982, fungsi asasi kapal, pengetahuan bangunan dan sistem pendorong kapal, olah gerak serta penyelamatan kapal, drill peran-peran di kapal, hingga penyusunan Buku Induk Tempur (BIT),” tulis siaran pers Pushidrosal, Rabu (17/9).

Baca Juga: Satgas Port Visit TNI AL Dampingi Wapres RI Temui Diaspora Indonesia di Papua Nugini

Adapun KRI Canopus-936 akan dilengkapi dengan sensor dan peralatan canggih seperti Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Remotely Operated Vehicle (ROV), dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

Dengan kemampuan tersebut, KRI Canopus-936 tidak hanya berfungsi melaksanakan survei dan penelitian di bidang hidrografi, oseanografi, geofisika, dan meteorologi, tetapi juga mampu mendukung misi Search and Rescue (SAR), patroli maritim, operasi penyelamatan, peranjauan, hingga perlindungan lingkungan maritim.

Pengadaan kapal tersebut merupakan bagian dari program modernisasi kekuatan TNI AL, khususnya bagi Pushidrosal yang memiliki tugas pokok melaksanakan survei dan pemetaan hidro-oseanografi nasional. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.