TNI melalui TNI Angkatan Laut mengerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR) terhadap KM Virgo Transport 8 yang mengalami musibah dan tenggelam di perairan Laut Jawa.
KRI Canopus-936 bersandar di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (11/5). KRI Canopus-936 merupakan kapal bantu hidro-oseanografi ocean going (BHOD-OG) berteknologi modern yang dirancang untuk memperkuat kemampuan survei, pemetaan, serta pengelolaan data kelautan nasional.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, mengungkapkan kapal bantu hidro-oseanografi terbaru TNI AL, KRI Canopus-936, kini dapat difungsikan sebagai kapal penyelamat kapal selam (Submarine Rescue Vessel). Armada pertama milik Indonesia ini disiapkan khusus untuk menjamin keselamatan personel jika terjadi situasi darurat di kedalaman samudera.
TNI Angkatan Laut membekali 93 calon pengawak KRI Canopus-936 lewat program Pelatihan Kesatuan Persiapan Pengambilan Kapal (KPPK) di Lounge Harimau Komando Latihan (Kolat) Koarmada I, Jakarta, Selasa (16/9).
TNI AL berencana mengembangkan kombinasi teknologi sensor kapal hidro-oseanografi dan penyapu ranjau untuk membersihkan peninggalan ranjau era Perang Dunia II yang masih banyak berada di bawah perairan Indonesia.