TNI Akan Kirim 18 Ranpur Pandur Buatan Dalam Negeri ke Lebanon

Jakarta, IDM – TNI berencana mengirimkan kendaraan tempur (ranpur) 8x8 Pandur ke Lebanon sebanyak 18 unit. Hal ini terungkap saat latihan operator Pandur 8x8, bertempat di PT. Pindad Bandung, Rabu (19/3).
Baca Juga: Gratis! KRI Banjarmasin Akan Angkut 1.500 Pemudik, Begini Cara Daftarnya
Komandan PMPP TNI Mayjen TNI Taufik Budi Santoso berharap dengan dikirimnya ranpur ini dan adanya pelatihan ini maka prajurit yang akan diberangkatkan ke daerah misi Lebanon sudah siap untuk mengawaki ranpur Pandur tersebut dalam mendukung pelaksanaan tugas mereka dalam menjaga perdamaian di Lebanon.
Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari Peserta PDT Satgas UNIFIL 2025 sejumlah 80 peserta, mereka melaksanakan pelatihan selama 3 hari terbagi 2 gelombang, gelombang I Mulai tgl 15-18 kemudian gelombang II TMT 17-19 Maret 2025.
Baca Juga: Ketua DPR: Penempatan TNI di 14 Kementerian/Lembaga Sudah Relevan
Materi yang mereka pelajari selama kegiatan pelatihan meliputi dasar pengoperasian kendaraan, pemeliharaan dan perawatan, lenggunaan alat komunikasi, serta pengoperasian turret ranpur Pandur 8x8. (rr)
Hankam

CVR Mi-17 Ditemukan, Investigasi Kecelakaan di Seruyan Masuki Tahap Penting
Tim gabungan TNI dan Basarnas berhasil menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) helikopter Mi-17 milik Puspenerbad di perairan Seruyan, Kalimantan Tengah, guna mendukung proses investigasi kecelakaan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































