TNI AD Tetap Proses Hukum 13 Prajurit yang Aniaya Warga Sipil di Papua

Jakarta, IDM – Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan memastikan proses hukum kasus penganiayaan terhadap warga sipil oleh tiga belas oknum prajurit Satgas Yonif 300/Brajawijaya terhadap warga sipil di Kabupaten Puncak tetap berjalan yang merupakan pelaku pembakaran Puskesmas pada 3 Februari 2024 lalu tetap dilakukan.
Baca Juga: KSAU Sematkan Tanda Kehormatan Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama kepada CAF RAAF
"Pelimpahan berkas perkara dan penyerahan barang bukti tersangka atas nama Sertu APR beserta 12 orang lainnya yang berasal dari Yonif 300/Brajawijaya oleh penyidik Pomdam XVII/Cenderawasih telah dilimpahkan ke Otmil IV-20 Jayapura pada tanggal 20 April 2024," kata Kependam dalam keterangannya dikutip Sabtu, (22/6).
Nantinya lanjut Kapendam oleh Otmil IV-20 Jayapura per tanggal 4 Juni memberikan pendapat hukum kepada Pangdam III/Siliwangi selaku Perwira Penyerah Perkara (Papera).
Baca Juga: Helikopter Panther Puspenerbal Simulasi Evakuasi Medis Udara di Tiga Tempat
"Sampai saat ini proses hukum dalam kasus ini tetap dilaksanakan. Untuk itu, mari kita ikuti perkembangannya. Apabila ada berita-berita terkait perkara ini bisa mengkonfirmasi, karena banyaknya berita hoaks dan berita yang menyesatkan terkait hal ini, sehingga diharapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi," kata Kapendam. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































