HANKAM

TNI AD Target Dua Minggu Pasang Jembatan Bailey di Sumatra

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Foto: Dispenad)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memperkirakan pemasangan jembatan Bailey untuk mempermudah akses jalan yang putus pascamusibah banjir bandang di Sumatra selesai dalam waktu dua minggu.

"Dua minggu mudah-mudahan jembatan ini sudah terpasang," kata Maruli saat konferensi pers di Posko Bencana Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/12).

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Dasar Warga Pascabencana, Yonif 122/Tombak Sakti Gelar Dapur Lapangan

Lebih lanjut Maruli menjelaskan jembatan Bailey ini diberangkatkan sebanyak 8 set dan nantinya akan membantu menghubungkan daerah-daerah yang kritis atau terisolir.

"Paling lambat hari Jumat akan berangkat 8 set. Mudah-mudahan ini bisa menghubungkan beberapa daerah yang kritis. 8 set, jadi mungkin sekitar 5 (hari) sampai 1 minggu perjalanan," kata Maruli.

Baca Juga: Kemhan Kirim 75 Mahasiswa Koas Fakultas Kedokteran Militer Unhan ke Lokasi Banjir-Longsor Sumatra

Untuk diketahui jembatan Bailey adalah jembatan sementara yang terbuat dari panel-panel baja yang dirancang untuk dirakit dengan cepat di lapangan, terutama saat kondisi darurat seperti bencana alam atau keperluan militer. Jembatan ini bersifat modular, mudah diangkut, dan dipasang tanpa memerlukan alat berat yang kompleks, sehingga sangat efisien untuk memulihkan akses yang terputus. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.