TNI AD Sudah Bangun 7.217 Titik Air dan 336 Jembatan

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan bahwa TNI AD telah membangun 7.217 titik air dan 336 jembatan. Hal ini disampaikannya dalam Apel Komandan Satuan (Dansat) TNI Tahun Anggaran 2026 di Universitas Pertahanan (Unhan) Sentul, Jawa Barat, Rabu (29/4).
Maruli menyebut program unggulan TNI AD yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. TNI AD lanjutnya tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga berperan aktif membantu percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto.
"Program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur dan layanan dasar," kata Maruli.
Baca Juga: Tinjau Proses Pembangunan Yonif TP 887/KJM, Menhan: Konsep Baru TNI AD
Ia menjelaskan di bidang air bersih, program sumur bor lahir dari pengalaman langsung melihat kesulitan masyarakat dalam memperoleh air, termasuk di wilayah yang mengalami kekeringan.
"Jadi terus terang, saya menggali informasi tentang air ini sambil berjalan, jadi bukan karena punya informasi, lalu membuat program-program air ini,” ujarnya.
Hasilnya, berdasarkan data, sejak tahun 2020 telah dibangun 7.217 titik sumber air di berbagai wilayah Indonesia guna meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.
Terkait pembangunan infrastruktur, Maruli menyampaikan bahwa TNI AD menargetkan untuk membangun 1.244 jembatan demi kepentingan masyarakat, dengan capaian 336 jembatan telah selesai dan 908 jembatan dalam proses pengerjaan dalam kurun waktu sekitar 1,5 tahun.
"Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah, termasuk melalui pembangunan jembatan perintis yang ditargetkan lebih dari 7.000 unit di seluruh Indonesia, sejalan dengan program Jembatan Garuda Merah Putih yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto," kata Maruli.
Ia berharap para Dansat mampu mengimplementasikan seluruh program tersebut secara optimal di lapangan, dengan terus berinovasi, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen bangsa.
Untuk diketahui tujuan penyelenggaraan Apel Dansat TNI Tahun Anggaran 2026 ini, yaitu menjadi momentum strategis untuk menyamakan visi dan langkah dalam mendukung tugas pokok TNI sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































